RTH Pasar Benculuk Disulap Jadi Panggung Hiburan Rakyat, UMKM Panen Rezeki Dadakan

  • Whatsapp
Foto: RTH Pasar Benculuk jadi tempat cek sound umkm untung banyak. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Malam di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jumat (14/8/2026), mendadak berubah menjadi panggung hiburan rakyat. Suasana yang biasanya lebih tenang, malam ini dipenuhi warga yang datang untuk menyaksikan cek sound horeg menjelang kirab budaya.

Keramaian tersebut rupanya membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Sejumlah pedagang yang membuka lapak di sekitar RTH mulai merasakan ramainya pembeli. Makanan, minuman hingga berbagai jajanan laris diserbu warga yang datang menikmati hiburan.

Bacaan Lainnya

Bagi para pedagang, keramaian ini ibarat panen rezeki dadakan. Tanpa harus menunggu hari pasaran, lapak mereka malam ini dipadati pembeli karena RTH menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat.

Salah seorang pedagang, Soul, mengaku bersyukur sekaligus berterima kasih karena adanya hiburan dadakan tersebut ikut menghidupkan usaha kecil miliknya.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur. Adanya tontonan seperti ini membuat tempat jualan jadi ramai. Kami sebagai pedagang tentu senang, karena bisa mendapatkan tambahan rezeki. Semoga kegiatan seperti ini tetap berjalan dengan tertib dan membawa manfaat untuk masyarakat,” ungkap Soul.

Bukan hanya pedagang yang menikmati suasana. Para pengunjung juga mengaku senang bisa mendapatkan hiburan gratis di tengah suasana malam yang ramai.

“Ini rame, Mas. Tapi Alhamdulillah tetap tertib. Warga datang untuk melihat hiburan, pedagang juga bisa jualan. Jadi sama-sama enak,” ujar Lansung, salah seorang pengunjung.

Di tengah kerumunan warga, para danser tampil menghibur penonton. Gerakan tari dan aksi panggung mereka menjadi salah satu daya tarik yang membuat masyarakat bertahan hingga malam.

Suasana semakin meriah, namun kesepakatan waktu tetap menjadi perhatian. Hiburan dan cek sound berlangsung hingga batas yang telah disepakati, yakni pukul 22.00 WIB. Tepat waktu tersebut, penampilan para danser pun dihentikan.

Malam itu, RTH Benculuk bukan hanya tempat cek sound. Tempat tersebut sementara berubah menjadi panggung hiburan rakyat, sekaligus menjadi ruang bertemunya masyarakat, pelaku UMKM dan para pengisi acara.

Di balik dentuman musik dan keramaian warga, ada cerita lain yang ikut tumbuh: pedagang mendapat tambahan rezeki, warga mendapatkan hiburan, dan suasana tetap dijaga agar berlangsung tertib hingga acara berakhir. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait