Sambut Hari Tari Sedunia, Jakarta Gelar Indonesia World Dance Festival

  • Whatsapp
Sambut Hari Tari Sedunia, Jakarta Gelar Indonesia World Dance Festival (foto: bj)

Jakarta, beritalima.com| – Sambut Haru Tanu sedunia, Pemprov DKI Jakarta gelar Indonesia World Dance Festival (IWDF), dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru (30/5).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta ini, menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia, sekaligus langkah strategis menyambut lima abad (500 tahun) Kota Jakarta dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

Di IWDF 2026, mengundang pelaku seni tari dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 88 grup yang terdiri atas sanggar, komunitas, hingga institusi pendidikan turut ambil bagian dalam festival tersebut. Selain itu, terdapat 13 finalis kompetisi battle dance yang berasal dari berbagai daerah, seperti Papua Tengah, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta.

Festival ini juga diikuti 155 peserta workshop tari topeng tunggal, para influencer serta konten kreator tari dari berbagai wilayah di Indonesia. Sementara itu, peserta Festival Tari Nusantara juga menghadirkan sekitar 1.200 penari mewakili 14 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.

Untuk peserta internasional, IWDF 2026 mendapat partisipasi dari Korea Selatan. Berbagai unsur seni budaya turut meramaikan kegiatan ini, mulai dari budayawan, maestro tari, seniman pelestari budaya, penari profesional lintas usia dan genre, hingga musisi yang berperan sebagai pengisi acara maupun juri kompetisi.

“Jakarta di-declare menjadi pelaksana sebuah kegiatan internasional yang luar biasa, Oktober nanti di Tokyo. Kemudian ditambah lagi dengan kegiatan UNESCO, kita akan menjadi pusat sentral kebudayaan ekonomi kreatif pada 2027,” jelas Rano.

Menurutnya, festival ini tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, melainkan menjadi ruang ekspresi dan kebahagiaan bagi para pelaku seni tari. “Saya sangat mendukung banyak sekali sanggar-sanggar di Jakarta, apapun bentuk sanggar, kalau tidak punya tempat ekspresi, tidak ada gunanya kita membina. Itulah inti kegiatan kita,” paparnya.

Sementara Ketua Pelaksana IWDF 2026 Rosmala Sari Dewi menyebut, “gagasan menghadirkan IWDF bermula dari refleksi atas kekayaan seni pertunjukan tari dari berbagai pelosok Indonesia. Kami melihat adanya kebutuhan nyata di kalangan sanggar dan komunitas tari daerah akan sebuah platform tari dunia yang komprehensif, berkelanjutan, dan mampu menjadi ruang berkomitmen penuh untuk mengadakan IWDF.”

Jurnalis; abri/dedy/bj

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait