BANYUWANGI,Beritalima.com – Di tengah kemeriahan Pawai Budaya Puja Seri 1 yang melintas di wilayah Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, ada pemandangan menarik yang sukses mencuri perhatian warga. Bukan hanya kemegahan sound horeg maupun kostum peserta dewasa, tetapi juga semangat anak-anak yang ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan wajah penuh semangat, anak-anak tersebut mengikuti iring-iringan pawai. Meski harus berjalan menyusuri rute yang cukup panjang, keceriaan mereka seolah tidak luntur. Mereka justru terlihat menikmati setiap momen, menyapa penonton dan menunjukkan penampilan terbaiknya.
Kehadiran peserta anak-anak menjadi warna tersendiri dalam pawai. Di tengah ribuan warga yang memadati jalan, mereka seakan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal usia.

Bagi mereka, mengikuti pawai bukan sekadar tampil di depan masyarakat. Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa ikut merayakan hari kemerdekaan bersama warga lainnya.
Pemandangan tersebut juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Sugeng. Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan seperti ini merupakan hal yang positif.
“Ya bagus. Anak-anak sejak kecil sudah diajak ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan. Mereka bisa belajar kebersamaan, kekompakan dan mengenal semangat perjuangan,” ujar Sugeng.
Ia menilai, kegiatan pawai budaya juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus berbaur dengan masyarakat.
“Yang paling penting mereka senang, masyarakat juga senang. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus ada setiap tahun, sehingga anak-anak punya pengalaman dan kenangan tentang bagaimana merayakan kemerdekaan bersama masyarakat,” tambahnya.
Semangat anak-anak itu pun menjadi salah satu cerita menarik di balik Pawai Budaya Puja Seri 1. Di antara dentuman sound horeg, kostum warna-warni dan riuh ribuan penonton, langkah kecil mereka justru membawa pesan besar: semangat merayakan kemerdekaan harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kemeriahan boleh berlalu setelah pawai usai, tetapi semangat anak-anak yang ikut berjalan hari itu diharapkan menjadi benih kecintaan terhadap budaya, kebersamaan dan tanah air yang terus tumbuh hingga mereka dewasa. (Rony//B5)







