BANYUWANGI,Beritalima.com – Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu meriah di Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga lanjut usia (lansia), tumplek blek mengikuti beragam perlombaan yang digelar untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan.
Salah satu lomba yang mencuri perhatian adalah permainan untuk ibu-ibu dan lansia. Peserta ditantang membawa tampah di atas kepala sembari kedua tangannya mengapit balon. Meski terlihat sederhana, permainan tersebut justru mengundang gelak tawa warga. Peserta harus menjaga keseimbangan agar tampah tetap berada di kepala dan balon tidak terjatuh.
Kegiatan berlangsung di Jalan Embong Tengah, Dusun Krajan, RW 04. Perlombaan sengaja dibagi dalam dua waktu. Pada pagi hari, giliran anak-anak yang meramaikan suasana, sedangkan sore harinya diisi peserta dewasa hingga lansia.
Ketua Posyandu Dusun Krajan sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Aliah, mengatakan, perlombaan yang digelar warga mayoritas mengangkat permainan tempo dulu. Menurutnya, konsep tersebut bukan sekedar untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana mengenang kembali permainan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Permainan yang kami pilih kebanyakan permainan tempo dulu. Selain untuk memeriahkan HUT RI ke-81, kami ingin mengajak warga mengenang kembali suasana zaman dahulu, ketika masyarakat setelah kemerdekaan begitu sederhana dalam merayakan kegembiraan,” ujar Aliah.

Menurut Aliah, permainan tradisional memiliki nilai tersendiri. Di tengah perkembangan zaman dan maraknya permainan berbasis teknologi, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal permainan yang dulu dimainkan orang tua mereka.
“Jadi bukan hanya lomba. Kami ingin anak-anak tahu bahwa dulu masyarakat juga bisa bergembira dengan permainan sederhana. Bahkan ibu-ibu dan lansia juga bisa ikut berbaur, sehingga semua generasi berkumpul dalam satu suasana,” katanya.
Ia menambahkan, antusiasme warga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi panitia. Tidak hanya peserta yang tertawa dan bersorak, warga yang menonton pun ikut menikmati setiap keseruan perlombaan.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Anak-anak, orang dewasa sampai lansia semuanya bisa ikut merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.
Bagi warga Dusun Krajan, perayaan HUT RI ke-81 bukan hanya tentang meriah dan hadiah. Lebih dari itu, perlombaan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, mengenang perjuangan para pendahulu, sekaligus merawat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Tawa anak-anak hingga semangat para lansia di Jalan Embong Tengah pun menjadi gambaran sederhana bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat: berkumpul, bergembira dan menjaga kebersamaan. (Rony//B5)







