PALEMBANG, BeritaLima.Com Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumsel, menggelar acara apel dan simulasi “Ayo Siaga Bencana” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Remaja (PMR) ke-76 tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tagline “Semangat Untuk Kemanusiaan” ini dipusatkan di halaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 13 Palembang, pada Minggu (07/06/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sumsel, Dr. Hj. Febrita Lustia Herman Deru, beserta jajaran pengurus PMI. Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, para kepala sekolah SMA negeri di wilayah Sumsel, serta ratusan anggota PMR dari berbagai sekolah.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi Sumsel, Dr. Hj. Febrita Lustia Herman Deru, menegaskan bahwa peringatan HUT PMR ke-76 ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda terhadap bencana.
“Kegiatan hari ini mencakup donor darah di SMAN 13 Palembang serta pelatihan pertolongan pertama saat bencana. Saat ini, seluruh unit PMR di Sumsel sudah aktif. Meskipun tidak semua anggota dapat berkumpul sekaligus, kami mengumpulkan perwakilan untuk saling berbagi ilmu,” ujar Febrita.
Febrita menekankan bahwa tugas utama PMR adalah membantu teman sebaya, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), baik yang terjadi di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ia berharap anggota PMR dapat tetap sigap dan menularkan keahlian mereka kepada rekan-rekan lainnya.
“Intinya adalah pertolongan pertama. Jika mereka melihat kecelakaan di luar sekolah, mereka harus siap membantu. Ke depannya, semoga anak-anak PMR bisa terus mengembangkan keahlian lain yang bermanfaat bagi kemanusiaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 13 Palembang, Ridwan Nawawi, S.Ag., M.Si., menyatakan rasa bangganya karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, pemilihan SMAN 13 sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk apresiasi terhadap fasilitas sekolah yang memadai serta prestasi-prestasi yang telah diraih.
“Ini adalah kehormatan bagi kami. SMAN 13 memiliki lapangan luas yang dibutuhkan untuk simulasi ini. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PMI Provinsi Sumsel,” kata Ridwan.
Sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan, PMI Provinsi Sumsel juga melakukan penanaman pohon buah-buahan di area sekolah. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap penghijauan sekaligus edukasi lingkungan bagi para siswa.
Ridwan menambahkan, keterlibatan SMAN 13 dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk belajar langsung dari praktisi PMI, bertukar pengalaman dengan sekolah lain, dan semakin menyadari bahwa PMR adalah organisasi ekstrakurikuler yang diperhitungkan dan memiliki peran strategis di masyarakat.
“Harapan saya, siswa dapat mengambil pelajaran berharga hari ini. Bahwa PMR bukan hanya kegiatan biasa, tetapi organisasi yang punya nama dan kontribusi nyata,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan antusiasme tinggi dari para peserta, yang diikuti dengan berbagai simulasi tanggap darurat dan aksi sosial donor darah sebagai wujud nyata semangat kemanusiaan para remaja Sumsel. ( Nn)








