Sempat di Atas Angin, Raymond/Joaquin Gagal Raih Juara Indonesia Open

  • Whatsapp
Sempat di Atas Angin, Raymond/Joaquin Gagal Raih Juara Indonesia Open (foto: tvone)

Jakarta, beritalima.com| – Harapan publik di Istora Gelora Bung Karno untuk menyaksikan gelar tuan rumah untuk ganda putra harus pupus di partai puncak Indonesia Open 2026. Pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, gagal mempertahankan momentum setelah sempat unggul satu gim dan akhirnya menyerah dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 21-13, 18-21, dan 10-21 (7/6).

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan. Bukan hanya karena terjadi di hadapan ribuan pendukung sendiri, tetapi juga karena Raymond/Joaquin sempat tampil begitu meyakinkan dan berada di ambang sejarah sebelum kehilangan kendali pertandingan.

Sejak awal laga, pasangan Merah Putih tampil agresif. Raymond/Joaquin langsung menekan dan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Dominasi itu terlihat dari keunggulan cepat 8-2 yang kemudian berlanjut hingga interval 11-7.

Dukungan publik Istora semakin membakar semangat pasangan Indonesia. Serangan demi serangan berhasil dilancarkan dengan efektif hingga akhirnya mereka mengunci gim pertama dengan kemenangan telak 21-13.

Momentum kemenangan itu berlanjut pada gim kedua. Raymond/Joaquin kembali menunjukkan kualitas permainan yang membuat mereka mampu melaju hingga partai final. Bahkan mereka sempat unggul nyaman 11-6 saat interval dan terlihat berada di jalur yang tepat menuju gelar juara.

Pasangan Malaysia perlahan bangkit dan menemukan ritme permainan. Goh/Nur mencetak enam poin beruntun yang menghapus keunggulan Indonesia sekaligus mengubah arah pertandingan. Ketenangan yang sebelumnya menjadi senjata Raymond/Joaquin mulai goyah, sementara lawan tampil semakin percaya diri.

Meski sempat memberikan perlawanan hingga skor ketat 18-21, pasangan Indonesia akhirnya harus merelakan gim kedua dan menyeret pertandingan ke rubber game. Pada gim penentuan, Goh/Nur tampil lebih matang dalam mengelola tekanan, sedangkan Raymond/Joaquin justru beberapa kali melakukan kesalahan sendiri pada momen-momen penting, hingga takluk pada skor 10-21.

Kekalahan ini sekaligus menambah catatan pahit Indonesia di final Indonesia Open 2026. Sebelumnya, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, juga gagal mengangkat trofi setelah takluk dari Victor Lai.

Hasil tersebut membuat Indonesia menutup turnamen Super 1000 paling bergengsi di kandang sendiri tanpa satu pun gelar juara. Sebuah hasil yang memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi wakil Merah Putih saat menghadapi laga-laga penentuan.

Namun, final Indonesia Open juga memberikan pelajaran penting. Di level tertinggi, keunggulan permainan saja tidak cukup. Ketahanan mental, kemampuan menjaga momentum, dan kecermatan membaca perubahan strategi lawan sering kali menjadi pembeda antara finalis dan juara.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait