Senator Cantik Lia Istifhama Sebut Pelayanan Jamaah Haji Kemenhaj RI Panen Apresiasi

  • Whatsapp

ARAB SAUDI, beritalima.com | Berdiri pada 8 September 2025 melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia perdana memberikan pelayanan haji pada tahun 2026. Meski perdana, Kemenhaj RI yang dinahkodai Gus Irfan Yusuf panen apresiasi dari para jamaah.

Berbagai kisah menyejukkan pun mewarnai pengalaman para jamaah. Hal ini seperti yang disampaikan anggota DPD RI Komite III yang saat ini menjadi tim pengawas haji, Dr. Lia Istifhama.

Senator cantik asal Jawa Timur itu menjelaskan 10 catatan yang ia dapatkan selama berinteraksi dengan para jamaah dari Jawa Timur.

“Selama di Makkah Al Mukarromah, saya mencoba menggali pandangan para jamaah, diantaranya dari Ponorogo, Surabaya, Madura, Lamongan, Sidoarjo, dan Pasuruan. Dari semua catatan yang saya dapatkan, saya coba menyimpulkan 10 hal yang menjadi bukti keberhasilan pelayanan haji kali ini,” jelasnya.

Berikut sejumlah peningkatan layanan haji 2026 yang disampaikan:

1. Hotel Lebih Dekat dan Nyaman
Penempatan hotel jamaah berada di kawasan strategis Madinah sehingga akses menuju tempat ibadah menjadi lebih mudah dan nyaman.

2. Makanan Lebih Baik, Harga Lebih Efisien
Biaya katering mengalami penurunan dari 40 riyal menjadi 36 riyal, namun kualitas serta porsi makanan justru meningkat.

3. Cita Rasa Indonesia Tetap Dipertahankan
Menu khas Nusantara tetap tersedia agar jamaah Indonesia merasa lebih nyaman selama berada di Tanah Suci.

4. Perhatian Khusus untuk Lansia
Haji ramah lansia diterapkan secara nyata oleh Kemenhaj RI. Diantaranya melalui ketersediaan jumlah petugas dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dimana setiap kloter reguler (terdiri dari sekitar 391 jemaah) didampingi oleh 4 orang petugas resmi kloter.

Jumlah ini lebih banyak dari yang semula di terapkan oleh pemerintah Arab Saudi yang mana seharusnya tidak lebih 1 persen dari jumlah jamaah. Jumlah 4 petugas itu, di luar petugas haji daerah, tentunya melalui negosiasi antar pemerintah.

5. Layanan Koper Lebih Praktis
Koper jamaah diantar langsung menuju kamar hotel sehingga memudahkan mobilitas jamaah.

6. Fasilitas Hotel Meningkat
Banyak jamaah reguler mulai mendapatkan fasilitas hotel berbintang lima saat di Madinah.

7. Transformasi Layanan Haji Semakin Modern
Pelayanan haji kini didukung digitalisasi layanan, sistem fast track/Makkah Route, serta pengawasan pelayanan yang lebih baik.

8. Kemudahan Jamaah saat menemui kendala
Dijelaskan oleh senator Jatim itu, bahwa Pemerintah terus melakukan evaluasi agar pelayanan haji semakin manusiawi, berkualitas, dan memprioritaskan kenyamanan jamaah.

Hal ini tampak dalam berbagai hal, diantaranya Ketika jamaah kehilangan kartu nusuk, dan terkait penempatan shuttle bus sholawat.

“Beribadah haji tentu menemui banyak tantangan karena kita di negeri orang dan diantara jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia, belum lagi persoalan cuaca ekstrem yang mana saat siang hari panasnya bisa mencapai 48 derajat celcius. Maka hal utama untuk menjaga kenyamanan adalah tindakan nyata pemerintah untuk menghadirkan upaya solutif atas masalah jamaah terkait pelayanan haji,” jelas Lia.

9. Kesiapsiagaan petugas haji
Pemerintah menurut Lia, mampu mengkoordinir petugas, baik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) maupun Petugas Haji Daerah (PHD), untuk mengabdikan diri sebagai petugas yang senantiasa siap siaga mendampingi jamaah agar aman dan nyaman selama di tanah suci,

10. Keterbukaan masukan
Lia Istifhama menambahkan, Kemenhaj RI memposisikan diri sangat terbuka menerima masukan, sehingga jamaah merasa suara aspirasi mereka terdengar sehingga menguatkan kenyamanan secara psikologis mereka di tengah proses ibadah haji.

Di akhir, politisi perempuan itu menyebutkan bahwa tagline “Melayani dengan Hati, Mengabdi untuk Jemaah,” telah diaplikasikan secara nyata oleh Kemenhaj RI.

“Melalui testimoni para jamaah haji 2026, maka kita bisa berkesimpulan bahwa pelayanan haji tahun ini lebih baik daripada sebelumnya dan ini harus diapresiasi karena dukungan dan pengakuan dari Masyarakat tentu menjadi spirit untuk Kementerian agar menjaga konsistensi perbaikan layanan pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.(Yul)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait