Senator Irman Gusman Ingatkan Pemulihan Sekolah Tak Boleh Berhenti pada Bangunan

  • Whatsapp
Senator Irman Gusman ingatkan pemulihan sekolah tak boleh berhenti pada nangunan (foto: Kemendikdasmen)

Jakarta, beritalima.com|- Upaya pemulihan sekolah-sekolah yang rusak akibat banjir, longsor, dan galodo di Sumatera Barat (Sumbar) mulai menunjukkan progres. Namun, di tengah langkah rehabilitasi  berjalan, muncul pengingat, pemulihan pendidikan pascabencana tidak cukup hanya memperbaiki gedung sekolah.

Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mengapresiasi respons cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendukung rehabilitasi fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Meski demikian, ia menegaskan tantangan sesungguhnya adalah memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan berkualitas.

“Saya mengapresiasi respons cepat Kemendikdasmen dalam mendukung rehabilitasi sekolah-sekolah terdampak bencana di Sumatera Barat. Pendidikan anak-anak kita harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan,” kata Irman saat bertemu Mendikdasmen Abdul Mu’ti di (Karya (8/6).

Menurut mantan Ketua DPD RI itu, sekolah bukan sekadar infrastruktur yang rusak lalu diperbaiki. Sekolah merupakan ruang tumbuh yang menentukan masa depan generasi muda. Karena itu, percepatan rehabilitasi harus diiringi dengan upaya menjamin kualitas pembelajaran bagi siswa yang terdampak bencana.

Berdasarkan penjelasan Kemendikdasmen, kegiatan belajar mengajar di Sumbar secara umum kembali berjalan normal. Namun, sejumlah sekolah masih menggunakan fasilitas sementara sambil menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan kembali sarana pendidikan selesai dilakukan.

Kondisi tersebut menunjukkan pekerjaan rumah pemerintah belum sepenuhnya tuntas. Selain memperbaiki bangunan fisik, pemerintah juga dituntut memastikan siswa tidak kehilangan kualitas pembelajaran akibat keterbatasan fasilitas selama masa transisi.

Irman menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan pascabencana merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin hak pendidikan warga. Namun, ia berharap dukungan tidak berhenti pada rehabilitasi infrastruktur semata.

“Pemulihan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana prasarana, kualitas pembelajaran, hingga akses bantuan pendidikan bagi siswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Irman mengungkapkan sejak 2024 hingga awal 2026 dirinya telah memfasilitasi penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 3.620 siswa tingkat SD, SMP, dan SMK di Sumatera Barat.

Menurutnya, bantuan pendidikan memiliki peran strategis untuk mencegah anak-anak dari keluarga kurang mampu putus sekolah, terutama setelah menghadapi tekanan ekonomi akibat bencana alam.

Bagi Sumbar yang beberapa tahun terakhir berulang kali diterpa bencana alam, pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan rehabilitasi. Sebab, kerusakan sekolah tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga berpotensi mengganggu masa depan ribuan siswa jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait