Sinergi Kemenpar-Danantara Perkuat Investasi Pariwisata Berkualitas

  • Whatsapp
Sinergi Kemenpar-Danantara Perkuat Investasi Pariwisata Berkualitas (foto: kemenpar)

Jakarta, beritalima.com| – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat sinergi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mendorong investasi serta pengembangan pariwisata Indonesia. Hal ini dituangkan dalam Kesepahaman Bersama, ditandatangani Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani di Kantor Danantara, Jakarta (12/8).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan semangat kolaborasi serta kesamaan visi yang kuat dalam mendorong pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kerja sama ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung visi Presiden, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Widiyanti.

Menpar menjelaskan, pariwisata memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut karena mampu menggerakkan investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah ekonomi hingga ke daerah. Peran itu tercermin dari capaian sektor pariwisata nasional yang menghasilkan devisa sebesar 18,27 miliar dolar AS atau setara Rp305,4 triliun pada 2025. Sektor pariwisata juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja bagi 25,91 juta orang.

“Capaian ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata Indonesia yang tetap mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik,” ujar Widiyanti. Sinergi ini, dapat saling melengkapi dan mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mempercepat kemajuan pariwisata Indonesia.

Danantara, dengan kapasitas pendanaan dan jangkauan investasinya, memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan destinasi, infrastruktur, serta ekosistem investasi pariwisata. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Ruang lingkup Kesepahaman Bersama mencakup pertukaran data dan informasi terkait pengembangan pariwisata; peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata; pengembangan destinasi dan/atau sarana serta prasarana pariwisata; dan pengembangan produk pariwisata minat khusus. Kerja sama juga menyinggung pengembangan industri dan investasi pariwisata; pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri; serta dukungan terhadap pengembangan dan penyelenggaraan kegiatan (event) pariwisata.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut, sektor pariwisata memiliki posisi strategis mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti disampaikan Presiden Prabowo Subianto, pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan secara cepat sekaligus memiliki efek berganda (multiplier effect) besar terhadap berbagai industri, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis yang sangat penting agar kolaborasi dan engagement Danantara beserta seluruh ekosistemnya dapat mendukung peningkatan sektor pariwisata,” ucap Rosan.

Menurut Rosan, peluang kolaborasi dapat mencakup berbagai bidang, antara lain pengembangan hotel-hotel di bawah naungan InJourney untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong mereka tinggal lebih lama di destinasi.

“Sehingga tidak hanya kuantitas, tetapi yang juga penting adalah wisatawan dapat stay lebih lama dan spending lebih besar sehingga memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian, tidak hanya di daerah tetapi juga secara nasional,” kata Rosan yang berharap Kesepahaman Bersama menjadi fondasi implementasi berbagai program konkret antara Danantara dan Kemenpar.

Jurnalis: abri/dedy.

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait