Sinergi Kemenpar-Kemensos Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata

  • Whatsapp
Sinergi Kemenpar-Kemensos Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata (foto: kemenpar)

Bandung, beritalima.com| – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat sinergi lintas sektor bersama Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan kesejahteraan sosial, khususnya melalui perluasan akses pendidikan sebagai salah satu program prioritas pemerintah.

Sinergi tersebut menekankan pembangunan pariwisata tidak dapat berjalan sendiri, tetapi perlu tumbuh beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan aspek sosial kemasyarakatan.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama antara Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat (23/7).

Widiyanti mengatakan, “kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun manusia Indonesia yang unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa.” MoU ini menjadi payung hukum sekaligus komitmen bersama Kementerian Pariwisata dengan Kementerian Sosial dalam mendukung penyediaan fasilitas pendidikan yang inklusif dan merata.

Ruang lingkup kerja sama di antaranya meliputi penggunaan sementara barang milik negara milik Kemenpar berupa lahan di Kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung dengan luas paling tinggi 70.100 meter persegi untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Adapun dengan rincian, 50.100 meter persegi akan dimanfaatkan untuk pembangunan sarana prasarana Sekolah Rakyat. Sedangkan 20.000 meter persegi dialokasikan untuk dukungan Sekolah Rakyat berupa fasilitas olahraga dan aula serbaguna, yang akan dimanfaatkan bersama oleh Sekolah Rakyat dan Politeknik Pariwisata NHI Bandung.

“Di momentum Hari Anak Nasional ini, kami bekerja sama dengan Kementerian Sosial menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kami juga akan berkolaborasi untuk dapat memberikan kurikulum pariwisata kepada anak-anak di Sekolah Rakyat,” ujar Menpar.

Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter unggul melalui empat pilar, yakni kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan.

Melalui sistem pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto dengan menyediakan lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

Data menunjukkan hampir 4 juta anak-anak usia sekolah tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah karena berbagai masalah terutama di bidang ekonomi.

“Untuk itulah Presiden memberikan atensi khusus kepada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu strateginya adalah dengan menghadirkan Sekolah Rakyat,” ucap Saifullah. Tahun ini Presiden Prabowo menargetkan pembangunan lebih dari 100 titik gedung permanen Sekolah Rakyat dan diharapkan nantinya tiap satu kabupaten/kota akan memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat.

“Bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat yang memang memiliki minat dan bakat di dunia pariwisata bisa kita bimbing, kita arahkan ke perguruan tinggi yang ada di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata,” papar Mensos.

Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan akan menyiapkan alokasi sebesar 20 persen bagi lulusan dari Sekolah Rakyat untuk bisa melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata dengan beasiswa.

Jurnalis: andaka/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait