BANYUASIN, BeritaLima.Com | Upaya pelestarian dan peningkatan nilai ekonomi kain songket khas Banyuasin terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, mengajukan strategi pemasaran yang inovatif dengan menitipkan produk songket di toko-toko penjual pempek, khususnya yang menjadi destinasi utama wisatawan dan masyarakat luar daerah.
Netta menilai, tingginya arus kunjungan masyarakat ke Palembang untuk membeli kuliner khas seperti pempek dan kopi Pagar Alam merupakan peluang emas bagi para perajin songket. Dengan menempatkan produk tenun di titik-titik strategis tersebut, diharapkan kain songket dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Untuk meningkatkan semangat para perajin agar hasil produksinya lebih laku, saya kira tidak ada salahnya menitipkan produksi kain songket di toko-toko yang menjual pempek,” ujar Netta.
Langkah ini bukan sekadar upaya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga bentuk motivasi bagi perajin untuk mempertahankan keterampilan menenun warisan leluhur. Pemerintah daerah berkomitmen membantu membuka akses pemasaran melalui kolaborasi dengan sejumlah toko ternama yang menjual produk khas Sumatera Selatan.
Dukungan PLN Hidupkan Kembali Geliat Produksi Mandiri
Di sisi lain, semangat para perajin juga didongkrak oleh bantuan peralatan menenun dan bahan baku benang dari PT PLN. Kartika, Ketua Kelompok Pengrajin Kain Songket Jaya Bersama, menyambut positif bantuan tersebut sebagai titik balik bagi kelompoknya.
Sebelumnya, Kartika dan rekan-rekannya hanya bekerja sebagai tenaga upahan yang memproduksi kain berdasarkan pesanan pemilik usaha. Namun, dengan adanya bantuan alat dan bahan baku, mereka kini memiliki modal untuk memproduksi kain songket secara mandiri. Hal ini memungkinkan mereka menentukan harga jual yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Dengan bantuan peralatan dan benang dari PLN, saya berharap geliat usaha kain songket tumbuh kembali sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkap Kartika.
Sinergi antara dukungan fasilitas produksi dari pihak swasta (PLN) dan inovasi strategi pemasaran dari pemerintah daerah diharapkan menjadi langkah strategis. Kombinasi ini tidak hanya melestarikan warisan budaya Sumatera Selatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Banyuasin.
( Nn)






