Jakarta, beritalima.com| – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat melalui sinergi strategis dengan para operator transportasi publik di DKI Jakarta. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta.
MoU ini memformalkan dan memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin di lapangan antara Transjakarta dengan KAI, KCI, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta dengan empat aspek krusial sebagai fokus utama.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza mengatakan, Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk nyata dari penerapan pilar strategis 3S (Service, Strategic Partnership, and Sustainability) yang diusung perusahaan.
Ia menyampaikan, kolaborasi ini menjadi pencapaian penting dalam mewujudkan ekosistem transportasi publik yang lebih kuat, nyaman, dan aman secara terintegrasi bagi jutaan pelanggan setiap harinya.
“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah prioritas utama kami. Melalui kemitraan strategis ini, Transjakarta bersama para operator lain bertekad untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian perjalanan masyarakat, mulai dari halte bus hingga stasiun kereta, berjalan dengan lancar, terkoordinasi, dan tanpa hambatan,” ujarnya (18/8).
Welfizon menjelaskan, kolaborasi ini sangat krusial mengingat skala layanan yang semakin terintegrasi. Ia menyebut, Transjakarta saat ini telah terhubung di 74 titik fasilitas transportasi antarmoda, melayani rata-rata 1,5 juta pelanggan per hari.
“Dengan fleksibilitas jaringan bus yang menjangkau berbagai moda berbasis rel, Transjakarta berperan aktif sebagai integrator. Kerja sama ini memastikan bahwa integrasi tersebut tidak hanya fisik, tetapi juga secara operasional, sehingga menghadirkan pengalaman perjalanan yang tangguh, andal, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat,” terangnya.
Welfizon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Perhubungan, atas arahan dan dukungan penuh dalam mewujudkan kolaborasi ini.
“Dengan sinergi ini, kami percaya dapat membangun transportasi di Jakarta yang lebih kokoh, nyaman, dan berkesinambungan, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang maju,” tutursnya.
Fokus utama kesepakatan ini pada empat aspek krusial, seperti Penguatan Koordinasi Antarmoda untuk memastikan konektivitas antara bus Transjakarta dengan berbagai layanan kereta; Percepatan Pertukaran Informasi mendukung layanan real- time yang cepat dan akurat; Mekanisme Dukungan, dengan mengembangkan prosedur bersama saling mendukung; dan Peningkatan Kesiapsiagaan dan Respons guna memperkuat kemampuan seluruh operator untuk memberikan respons cepat, terpadu, dan solutif terhadap dinamika di lapangan.
Jurnalis: abri/andaka








