Soroti Nasib Petani Tebu, Sonny Minta Pemerintah Benahi Pabrik Gula dan Tata Niaga Impor

  • Whatsapp
Foto, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sony T Danaparamita. (Istimewa/beritalima.com)

BONDOWOSO, beritalima.com – Target pemerintah mewujudkan swasembada gula nasional dinilai tidak akan tercapai jika persoalan yang dihadapi petani tebu dan pabrik gula di daerah belum diselesaikan. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pembenahan sektor pergulaan harus dimulai dari revitalisasi pabrik gula tua, penguatan kemitraan dengan petani, hingga perlindungan terhadap harga gula hasil produksi dalam negeri.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III itu menyebut Situbondo dan Bondowoso memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil tebu yang dapat menopang target swasembada gula. Namun, menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pembukaan lahan baru oleh industri rafinasi, melainkan juga mengoptimalkan potensi yang telah ada.

“Situbondo dan Bondowoso memiliki potensi yang sangat besar. Daripada memaksakan industri membuka lahan baru yang semakin sulit tersedia, akan jauh lebih efektif jika pemerintah memperkuat kemitraan dengan petani lokal sekaligus merevitalisasi pabrik-pabrik gula yang sudah ada,” ujar Sonny.

Revitalisasi Pabrik Gula Jadi Kunci

Sonny menilai persoalan utama di daerah bukan terletak pada keterbatasan lahan, melainkan rendahnya rendemen tebu yang dipengaruhi kondisi mesin pabrik gula yang sudah tua.

Menurutnya, revitalisasi Pabrik Gula (PG) di Situbondo dan Bondowoso harus menjadi prioritas pemerintah apabila serius mengejar target swasembada gula nasional.

“Pabrik gula di Situbondo dan Bondowoso merupakan pabrik-pabrik tua yang memiliki nilai sejarah. Kalau pemerintah serius mengejar swasembada, maka modernisasi dan revitalisasi total pabrik gula di wilayah ini harus menjadi prioritas. Berbeda dengan Banyuwangi yang sudah memiliki PG Glenmore dengan fasilitas lebih modern sehingga tantangannya lebih pada menjaga rantai pasok,” jelasnya.

Selain pembaruan mesin, Sonny juga mendorong pembenahan sektor budidaya melalui pengembangan varietas tebu unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan di Situbondo dan Bondowoso. Ia juga menilai penguatan kelembagaan kelompok tani penting dilakukan agar pengelolaan lahan menjadi lebih efektif.

Tegas Bela Petani Tebu

Dalam kesempatan itu, Sonny menegaskan tidak boleh ada pabrik gula yang mengabaikan hasil panen petani. Ia mendukung langkah pemerintah dan aparat untuk menindak perusahaan yang menolak menyerap tebu petani dengan berbagai alasan.

“Kesejahteraan petani adalah prioritas. Saya mendukung penuh apabila ada pabrik yang diperiksa karena menolak menyerap tebu petani dengan alasan teknis seperti persoalan logistik atau keterbatasan kontainer. Korporasi tidak boleh mengesampingkan kewajibannya kepada petani,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa regulasi pemerintah telah mengatur keseimbangan pasokan bahan baku, yakni pabrik wajib memenuhi sedikitnya 20 persen kebutuhan dari kebun sendiri dan 80 persen dari kebun kemitraan masyarakat.

Menurut Sonny, aturan tersebut dibuat agar industri gula benar-benar berpihak kepada petani, bukan sekadar memanfaatkan kuota impor bahan baku.

Waspadai Rembesan Gula Impor

Sonny juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap tata niaga gula agar gula rafinasi maupun raw sugar impor tidak masuk ke pasar konsumsi dan menekan harga gula produksi petani.

Ia mengungkapkan, setiap musim giling petani tebu di Situbondo dan Bondowoso kerap menghadapi penurunan harga Gula Kristal Putih (GKP) akibat rembesan gula impor.

“Larangan impor ketika stok gula dalam negeri mencukupi harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai petani yang sudah bekerja keras justru dirugikan oleh masuknya gula impor ke pasar konsumsi,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Sonny meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar kebijakan penguatan industri gula nasional tidak berdampak pada kenaikan biaya produksi sektor makanan dan minuman.

“Target swasembada gula adalah cita-cita yang baik. Yang terpenting, pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu, khususnya di Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi,” pungkasnya.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dengan gaya khas media nasional atau media investigatif. (*)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait