SAMPANG, Beritalima.com | Sosialisasi Pendidikan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dan Workshop Pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digelar di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Bahagia, Jalan Bahagia No. 16A, Kelurahan Rong Tengah, Kabupaten Sampang, tersebut bertujuan memperluas akses informasi pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha.
Kegiatan tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, SH., MT., MM., Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur XI, sebagai narasumber.
Dalam sosialisasi pendidikan, peserta mendapatkan informasi mengenai PKN STAN, mulai dari sistem pendidikan, proses seleksi, program studi, kehidupan kampus hingga prospek lulusan di bidang keuangan negara.
Sementara itu, workshop UMKM memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai pengelolaan bisnis, literasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha serta strategi pengembangan bisnis agar lebih mandiri dan memiliki daya saing.
Eric Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, khususnya terkait kebutuhan pendidikan dan penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
“Harapan kami peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang pendidikan PKN STAN, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan,” kata Eric.
Direktur PKN STAN, Evy Mulyani, Ak., M.B.A., Ph.D., menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai kesempatan menempuh pendidikan di PKN STAN.
Menurutnya, workshop UMKM juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan literasi keuangan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola serta mengembangkan usaha.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara PKN STAN, DPR RI, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta perekonomian masyarakat di Madura,” singkatnya. (FA)








