GRESIK, beritalima.com— Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Cerme berjalan tertib dan terstruktur.
Penerapan sistem verifikasi dan penjadwalan peserta secara digital dinilai mampu mempermudah calon murid maupun orang tua dalam mengikuti proses pendaftaran.
Sejak dibukanya pengambilan PIN pada 28 Mei 2026, SMKN 1 Cerme menjadi salah satu sekolah tujuan favorit di Kabupaten Gresik.
Hingga awal Juni 2026, tercatat sebanyak 625 calon murid telah mengikuti tahapan verifikasi dan validasi data di sekolah tersebut.
Kepala SMKN 1 Cerme, Darwati, mengatakan sistem yang diterapkan membuat antrean peserta lebih teratur karena jadwal kedatangan telah diatur sesuai mekanisme yang berlaku.
“Ini lebih teratur karena antriannya sudah diatur sistem, jadi nggak ngantri lama. Jadi anak tahu kapan waktunya Ia datang ke sekolah,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan dalam proses layanan, SMKN 1 Cerme juga menawarkan delapan program keahlian yang dapat dipilih calon peserta didik.
Program tersebut meliputi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Otomasi Industri (TOI), Kuliner, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Kimia Industri (TKI), Analisis Pengujian Laboratorium (APL), Teknik Pemanasan Tata Udara dan Pendinginan, serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Dari sejumlah program keahlian yang dibuka, jurusan Teknik Kimia Industri (TKI) dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) menjadi yang paling diminati.
Tingginya minat terhadap dua jurusan tersebut menunjukkan masih besarnya ketertarikan calon peserta didik terhadap kompetensi keahlian yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia industri.
Sementara itu, pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Cerme mendapat perhatian langsung dari Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, Rabu (03/06/2026), Khofifah mengapresiasi pelaksanaan SPMB yang berlangsung tertib dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Kunjungan itu merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan penerimaan murid baru di sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Gresik.
Khofifah menjelaskan bahwa sistem verifikasi dan validasi yang diterapkan pada SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kepastian kepada calon murid sejak awal proses pendaftaran.
“By (melalui) sistem mereka sudah bisa melakukan verifikasi. Mekanisme ini ikhtiar bagaimana memberikan kepastian kepada calon siswa yang sudah mendaftar di sekolah yang diharapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahapan verifikasi dan validasi data SPMB berlangsung mulai 29 Mei hingga 9 Juni 2026.
Rentang waktu tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan pemohon sehingga pelayanan di sekolah dapat berjalan lebih nyaman, tertib, dan efisien. (Ron)








