SPPG Batumarmar Klarifikasi Video Ada Ulat di Menu MBG: Bukan dari Ayam, tapi Buah Salak Kempos

  • Whatsapp

PAMEKASAN, Beritalima.com– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Batumarmar Bujur Tengah, IS, memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dugaan adanya ulat di dalam ompreng makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klarifikasi disampaikan pada Senin (20/7/2026).

IS menjelaskan telah berkoordinasi dengan tenaga ahli gizi untuk menelusuri penyebabnya. Berdasarkan hasil pengecekan awal, daging ayam yang disajikan masih layak konsumsi.

“Setelah koordinasi dengan ahli gizi, menu daging ayam benar-benar masih sangat layak dikonsumsi. Kemunculan ulat bukan berasal dari daging ayam, melainkan dari buah salak yang kondisinya sudah kempos,” ujar IS.

Ia menegaskan kejadian tersebut bukan unsur kesengajaan maupun pembiaran dari pihak dapur. Kerusakan pada buah salak tidak diketahui saat proses persiapan menu.

“Kejadian ini murni ketidaktahuan kami bahwa buah tersebut sudah dalam kondisi kempos,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, SPPG telah melakukan evaluasi internal. Proses pemeriksaan seluruh menu sebelum distribusi kini diperketat.

“Kami telah memperketat pengecekan setiap menu sebelum didistribusikan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

IS juga memastikan pihaknya akan lebih selektif dalam memilih bahan pangan, termasuk buah-buahan yang menjadi bagian paket MBG.

“Kami akan lebih berhati-hati memeriksa setiap komponen menu MBG agar kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga,” tambahnya.

Di akhir, IS menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua/wali murid.

“Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Kami jadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas pelayanan ke depan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penjelasan tersebut merupakan keterangan resmi dari Kepala SPPG Pamekasan Batumarmar Bujur Tengah. Evaluasi prosedur pemeriksaan bahan pangan telah dilakukan sebagai langkah pencegahan. (AN)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait