TULUNGAGUNG, beritalima.com- Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) melaksanakan kegiatan Operasi Pasar Murah di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung.
Kegiatan ini digelar sebagai langkah stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting), sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah.
Kepala Disperindag Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto melalui Kabid Perdagangan, Siti Mahmudah mengatakan bahwa, operasi pasar murah merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah.
Produk yang dijual antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita kemasan 1 liter, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, serta komoditas pendukung lainnya seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga stabilitas harga barang pokok dan barang penting serta mendukung pengendalian inflasi. Masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya. Selasa, (4/8/2026).
Dikatakannya, untuk beberapa komoditas seperti telur ayam, bawang merah dan bawang putih pasokan diperoleh langsung dari produsen sehingga harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang lebih ringan.
Operasi pasar dimulai sejak sekitar pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga seluruh barang yang disediakan habis terjual. Antusiasme masyarakat Desa Ngrejo ternyata jauh melebihi perkiraan panitia.
“Awalnya kami memperkirakan peminat tidak terlalu banyak karena pagi hari kondisi terlihat sepi. Namun setelah kegiatan dibuka, ternyata warga sangat antusias sehingga beberapa komoditas cepat habis,” katanya.
“Untuk menjaga pemerataan distribusi, panitia memberlakukan pembatasan pembelian pada sejumlah komoditas, terutama beras premium, gula pasir, dan beberapa barang kemasan lainnya. Kebijakan tersebut dilakukan agar lebih banyak warga dapat menikmati manfaat operasi pasar murah,” tutupnya.
Sementara itu, Agus Murdoko selaku Analis Ahli Muda Bidang Perdagangan menerangkan bahwa, sasaran kegiatan saat ini masih difokuskan bagi warga Desa Ngrejo. Namun ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan diperluas hingga tingkat pasar kecamatan dengan kuota yang lebih besar.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Ke depan kemungkinan kuota akan kami tambah agar lebih banyak warga yang dapat terlayani,” tambahnya.
Melalui operasi pasar murah ini, lanjutnya, pemerintah berharap dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
“Dengan ketersediaan barang yang cukup dan harga yang lebih terjangkau, diharapkan stabilitas harga di tingkat masyarakat dapat terus terjaga,” pungkasnya. (Dst).








