KEPULAUAN SULA, beritaLima.com –
Ketegangan soal proses hukum kematian Sukra Umafagur memuncak tajam. Ratusan warga bersama keluarga almarhum turun ke jalan memblokir jalan menuju Bandara Emalomo Sanana, Senin (10/8/2026), menyuarakan tuntutan tegas yang tak bisa lagi ditunda.
Aksi yang dipimpin koordinator lapangan Jainudin Ipa bermula dari kumpul di kediaman korban, sebelum bergerak menuntut Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVI/1 Kota Ternate segera menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) serta melaksanakan rekonstruksi perkara yang menjerat Pratu Surandi Buamona, anggota TNI yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa fatal itu.
Keluarga dan warga menilai kebuntuan informasi sudah berlangsung terlalu lama, menimbulkan ketidakpastian yang menyakitkan. Mereka menuntut transparansi penuh soal progres penyelidikan, status barang bukti, dan peran jelas tersangka.
“Kami minta Denpom XVI/1 Ternate segera keluarkan SP2HP dan lakukan rekonstruksi ulang kasus ini. Kepastian hukum tidak boleh terus ditunda,” tegas Jainudin Ipa di lokasi aksi.
Ia menegaskan SP2HP bukan sekadar surat administrasi, melainkan hak mutlak keluarga dan bukti keseriusan aparat penegak hukum. “Tanpa itu, kami dibiarkan dalam gelap, sementara proses berjalan tertutup. Masyarakat hanya bisa berspekulasi,” tambahnya.
Selain menekan Denpom, massa juga meminta Kodim 1510/Sula aktif memfasilitasi koordinasi agar tak ada hambatan birokrasi yang menghalangi keadilan. “Proses hukum harus jelas, terbuka, dan berujung pada kebenaran. Kami menolak kasus ini digantung tanpa penjelasan resmi,” tutup Jainudin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Denpom XVI/1 Kota Ternate terkait tuntutan penerbitan SP2HP maupun pelaksanaan rekonstruksi yang diminta. (DN)








