BANYUWANGI,Beritalima.com – Suasana penuh kebersamaan mewarnai malam tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di wilayah RW 04, Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu malam.
Digelar mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, acara yang berlangsung di jalan kampung tersebut bukan sekadar agenda seremonial memperingati kemerdekaan. Tasyakuran menjadi ruang bagi warga untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antarwarga.
Ketua panitia, Handoko Kusumo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran HUT Kemerdekaan telah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pahlawan bangsa.
“Setiap tahun kita mengadakan tasyakuran HUT Kemerdekaan. Tujuannya untuk mengenang dan mendoakan jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.
Handoko menambahkan, tasyakuran juga memiliki makna sosial yang kuat. Warga tidak hanya berkumpul untuk mengikuti doa dan renungan kemerdekaan, tetapi juga duduk bersama, bersilaturahmi dan menikmati hidangan yang disiapkan secara gotong royong.
“Makan bersama ini menjadi simbol sedekah dari warga RW 04. Yang kita bangun bukan hanya rasa syukur, tetapi juga kebersamaan. Semoga dengan kegiatan seperti ini hubungan antarwarga semakin erat dan guyub rukun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tampo, Dr. Hasim Ashari, mengapresiasi kekompakan warga RW 04 yang tetap menjaga tradisi tasyakuran sebagai bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan.
Dalam sambutannya, Hasim mengatakan bahwa momentum HUT RI ke-81 seharusnya tidak hanya diisi dengan kemeriahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan.
“Di malam HUT RI ke-81 ini kita bersama-sama, guyub rukun, merasakan tasyakuran dan menjadi tempat silaturahmi. Malam ini juga menjadi renungan kemerdekaan yang dicontohkan oleh RW 04 Dusun Krajan,” kata Hasim.
Ia menegaskan, kekompakan dan kebersamaan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun desa. Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak datang begitu saja, melainkan melalui perjuangan panjang, pengorbanan, bahkan nyawa para syuhada dan pejuang bangsa.
“Kita tinggal menikmati hidup yang aman dan nyaman, tidak ada ancaman seperti yang dirasakan para pejuang dahulu. Karena itu, kita harus menghargai dan mensyukuri kemerdekaan ini,” tuturnya.
Menurut Hasim, kegiatan tasyakuran seperti yang digelar RW 04 memiliki nilai positif karena mampu mengingatkan generasi sekarang agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
“Ini menjadi satu-satunya kegiatan tasyakuran seperti ini di Desa Tampo. Saya berharap tradisi baik ini terus dipertahankan dan bisa menjadi contoh bagi lingkungan lainnya,” tambahnya.
Malam tasyakuran tersebut semakin terasa hangat dengan hadirnya berbagai unsur masyarakat. Selain Kepala Desa Tampo, acara juga dihadiri Bhabinkamtibmas, pemuda Ansor dan Banser, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga RW 04.
Kebersamaan mereka menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga persatuan, menghormati jasa pahlawan dan merawat semangat gotong royong.

Di tengah kehidupan yang semakin modern, warga RW 04 Dusun Krajan memilih merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana namun sarat makna: berkumpul, berdoa, berbagi makanan dan kembali mengingat perjuangan para pahlawan.
Semangat itulah yang diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda, bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini harus diisi dengan persatuan, kepedulian dan kebersamaan demi kemajuan Desa Tampo dan bangsa Indonesia. (Rony//B5)







