Tegas! Kapolres Sula: Kamtibmas Adalah Tanggung Jawab Bersama, Bukan Urusan Polisi Saja

  • Whatsapp

AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K.
Kapolres Kepulauan Sula
KEPULAUAN SULA, beritalima.com – Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, meluruskan pandangan keliru yang masih mengakar di masyarakat soal tanggung jawab Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Dengan tegas dan lugas, ia menegaskan bahwa menjaga keamanan daerah bukanlah beban semata-mata di pundak kepolisian, melainkan kewajiban seluruh elemen bangsa dan warga masyarakat.

Pernyataan keras ini disampaikan langsung AKBP Kodrat saat hadir dan menjadi pembicara dalam Dialog Publik bertema “Refleksi 23 Tahun Kabupaten Kepulauan Sula”, yang berlangsung di JS Cafe Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Selasa (2/6/2026). Forum ini dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, awak media, dan perwakilan masyarakat luas.

Di hadapan para hadirin, Kapolres menegaskan batasan tugas dan tanggung jawab yang sering disalahartikan selama ini.

“Banyak yang masih salah paham, menganggap Kamtibnas ini milik Polisi semata. TIDAK! Kamtibmas itu milik seluruh komponen bangsa, milik kita bersama. Ini urusan semua pihak, bukan urusan aparat saja,” tegas AKBP Kodrat dengan suara lantang.

Ia menjelaskan secara rinci bahwa secara hukum dan tugas pokok, Polri berkedudukan sebagai pemelihara keamanan, penegak hukum, dan pelindung masyarakat. Namun, ia menekankan batas kemampuan kepolisian: keamanan dan ketertiban tidak akan pernah tercipta maksimal jika beban kerja hanya ditumpukan kepada aparat.

“Kalau hanya Polisi yang bekerja, hasilnya tidak akan pernah maksimal. Ketertiban dan keamanan baru tercipta ketika masyarakat ikut berperan aktif: mematuhi aturan hukum yang berlaku, berani melaporkan segala hal yang mencurigakan atau mengganggu ketenangan, serta saling menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Ini adalah tanggung jawab kolektif demi kenyamanan kita bersama,” ujarnya dengan nada serius dan mengingatkan.

AKBP Kodrat menilai, pola pikir bahwa “urusan keamanan adalah urusan polisi” adalah kesalahan fatal yang harus segera dihapus. Ia meyakini, Kabupaten Kepulauan Sula akan jauh lebih kondusif, aman, dan damai jika dibangun di atas kesadaran bersama, bukan hanya bergantung pada kehadiran aparat di setiap sudut jalan.

“Mari kita bangun rasa memiliki. Jangan menunggu ada aparat baru mau menjaga ketertiban. Keamanan adalah cerminan kesadaran warganya. Ingat sekali lagi: Keamanan adalah urusan kita semua, bukan urusan Polisi saja,” pungkas AKBP Kodrat Muh Hartanto mengakhiri pernyataannya yang mendapat sambutan setuju dari seluruh peserta dialog.(DN)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait