Tiga Pesan Alif Rahmat di KHC Kaliploso: Petani Harus Bangga, Produk Lokal Menembus Ekspor

  • Whatsapp
Foto: Dalam kesempatan tersebut, Alif Rahmat, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, hadir mewakili Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang berhalangan hadir. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Gelaran KHC (Kaliploso Horti Carnival) di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, tak sekedar menjadi panggung seni dan budaya. Festival tersebut juga menjadi momentum untuk menyuarakan masa depan pertanian, penguatan ekonomi masyarakat hingga pentingnya gotong royong membangun desa.

Dalam kesempatan tersebut, Alif Rahmat, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, hadir mewakili Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang berhalangan hadir.

Bacaan Lainnya

Di hadapan masyarakat, pelaku UMKM, petani, kelompok tani dan berbagai komunitas yang hadir dalam KHC, Alif menyampaikan tiga pesan penting yang menurutnya menjadi kunci untuk membawa potensi pertanian Kaliploso semakin berkembang.

Pesan pertama adalah bangga menjadi petani.

Alif mengajak masyarakat melihat langsung bagaimana sektor pertanian dan hortikultura bisa dikemas menjadi sebuah pertunjukan yang menarik melalui KHC.

“Coba lihat tampilan di panggung ini. Pertanian itu keren, hortikultura itu masa depan. Adik-adik jangan malu menjadi petani,” kata Alif.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi petani melalui pelatihan, bantuan sarana dan alat pertanian hingga membuka akses pasar yang lebih luas.

Pesan kedua, kata Alif, adalah bagaimana hasil pertanian tidak berhenti dari ladang ke lapak, tetapi harus didorong dari lapak menuju pasar ekspor.

“Kita punya produk-produk pertanian yang bagus. Tugas kita sekarang bagaimana mengemas dan menjaga kualitasnya, kemudian bagaimana mendigitalisasi sehingga bisa menjadi produk yang go international,” ujarnya.

Ia menilai KHC menjadi ruang strategis untuk mempertemukan potensi pertanian Kaliploso dengan calon pembeli, hotel, supermarket dan pelaku usaha lainnya.

Sementara pesan ketiga adalah guyub rukun membangun desa.

Menurut Alif, KHC menunjukkan kekuatan kolaborasi masyarakat karena di dalamnya terdapat Gapoktan, Karang Taruna, PKK, pemerintah desa dan berbagai komunitas yang bergerak bersama.

“Kalau desa kuat, kabupaten kuat. Kalau kabupaten kuat, Indonesia akan kuat,” tegasnya.

Foto: Hasil panen ditampilkan diacara KHC sebagai simbul keberhasilan petani juga simbul kemakmuran petani holtikultura. (Doc, Rony Subhan)

Alif juga mendorong petani meningkatkan kualitas produk, mengurangi penggunaan pestisida, mengembangkan pertanian organik serta tidak menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah.

“Jangan hanya menjual hasil dalam keadaan mentah. Olah agar menjadi nilai tambah yang berlipat, misalnya dibuat keripik, sambal dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia berharap Karang Taruna ikut menjadi agen perubahan dengan membantu memasarkan produk pertanian melalui media sosial.

Kepada Pemerintah Desa Kaliploso, Alif juga mendorong dukungan terhadap kegiatan produktif masyarakat, termasuk pelatihan dan penyediaan sarana pascapanen.

Ia berharap Kaliploso Horti Carnival dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal luas.

“Kaliploso maju, Cluring akan maju. Kalau Cluring maju, Banyuwangi akan maju,” pungkasnya. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait