Tingkatkan Keterampilan dan Peluang Usaha, Disperindag Gelar Pelatihan Pembuatan Aneka Kue

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mendorong peningkatan keterampilan dan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan yang dapat membuka peluang ekonomi produktif. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan aneka kue yang dilaksanakan di gedung Dekranasda Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20-21 Agustus 2026, tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pelatihan ini, merupakan bagian dari kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Pelatihan diikuti sebanyak 29 peserta yang berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung. Diantaranya Kecamatan Ngantru, Kauman dan Pagerwojo. Sebagian besar peserta merupakan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang bergerak di bidang usaha pembuatan kue.

Pelatihan dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto, Komari, serta instruktur profesional Feriana Hermawati Sunarno. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi sekaligus praktik secara langsung.

Dalam arahannya, Kadis Perindag mengatakan, materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan baku, persiapan dan penggunaan peralatan, teknik pembuatan adonan, proses pengolahan dan pemasakan, penyelesaian produk, hingga teknik penyajian serta pengemasan.

Pada sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti secara langsung proses pembuatan berbagai jenis kue. Peserta juga diarahkan untuk memperhatikan ketepatan dalam penggunaan bahan, kebersihan peralatan dan tempat produksi, serta penerapan teknik pengolahan pangan yang tepat.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat aneka kue, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai higiene dan sanitasi, pemilihan bahan baku, penggunaan peralatan, hingga pengemasan produk agar memiliki nilai tambah,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Melalui keterampilan tersebut, lanjutnya, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki menjadi kegiatan usaha produktif. Terlebih, pengolahan pangan memiliki potensi untuk dikembangkan karena didukung ketersediaan bahan baku serta kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan.

“Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, peserta juga memperoleh bantuan berupa mixer dan oven setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan,” ucapnya.

“Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang peserta dalam mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh sekaligus mendukung pengembangan usaha mereka,” tambahnya.

Fajar menerangkan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku IKM kue, agar mampu menghasilkan produk olahan pangan yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.

“Berbekal keterampilan, pengetahuan pengolahan pangan serta dukungan peralatan, para peserta diharapkan dapat terus mengembangkan usaha secara mandiri, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, namun dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (Dst/editor Dibyo).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait