Palembang, BeritaLima.Com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang memasuki babak baru dalam sejarah kepemimpinannya. Pada Senin (14/09/2026).
Institusi ini menggelar acara pisah sambut Kepala Lapas yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini tidak hanya sekadar seremonial pergantian jabatan, tetapi juga menjadi landasan bagi peluncuran inisiatif strategis baru di bawah kepemimpinan Imam Purwanto, yang menggantikan M. Pithra Jaya Saragih.
Dalam transisi kepemimpinan ini, suasana apresiasi terasa kental terhadap dedikasi M. Pithra Jaya Saragih selama masa jabatannya. Sementara itu, Imam Purwanto resmi mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas I Palembang yang baru. Ia berkomitmen untuk melanjutkan capaian positif sebelumnya sambil membawa semangat inovasi, khususnya dalam pemberdayaan warga binaan.
“Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, R. Andika Dwi Prasetya, serta jajaran pimpinan wilayah seperti Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan Yulius Sahruzah dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumatera Selatan Maju Amintas Siburian. Kehadiran perwakilan Forkopimda, TNI, Polri, dan mitra kerja lainnya menegaskan dukungan penuh terhadap dinamika organisasi di Lapas Kelas I Palembang.
Inovasi Program: Dari Pelatihan hingga Pasar Global
Di bawah kepemimpinan baru, Lapas Kelas I Palembang berencana memperkuat program pembinaan kemandirian melalui sektor kerajinan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan produk kursi rotan buatan warga binaan. Rencana ini melibatkan mendatangkan instruktur ahli untuk melatih keterampilan teknis warga binaan dalam pembuatan furnitur rotan yang berkualitas tinggi.
Proses ini akan melalui tahap evaluasi ketat. Setelah pelatihan selesai, kualitas produk yang dihasilkan akan dinilai berdasarkan standar industri. Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk memenuhi kriteria mutu yang dipersyaratkan, Lapas Kelas I Palembang menargetkan untuk menembus pasar ekspor. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi nyata yang dapat mendukung reintegrasi mereka ke masyarakat pasca-masa pidana.
“Dengan sinergi antara kepemimpinan baru, dukungan pemerintah daerah, dan komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan, Lapas Kelas I Palembang optimis dapat mewujudkan visi pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif. ( Nn)








