BONDOWOSO, beritalima.com – Sebuah truk bermuatan sekitar 4 ton wortel terjun ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter di Jalan Raya Bondowoso-Besuki, tepatnya di Desa Sumbermalang, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (6/6/2026) dini hari. Beruntung, sopir truk selamat meski sempat terjebak di dalam kabin saat kendaraan terguling.
Truk Mitsubishi bernomor polisi AG 8466 VR itu mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di jalur pegunungan tersebut. Muatan wortel yang dibawa berhamburan di sekitar lokasi kejadian dan menarik perhatian warga yang kemudian bergotong royong membantu proses evakuasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan posisi truk terbalik di dasar jurang. Warga bersama petugas berupaya mengevakuasi muatan wortel sebelum kendaraan ditarik menggunakan mobil derek.
Bu Fadil, warga Desa Sumbermalang, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Ia mengaku terbangun setelah mendengar suara benturan keras dari arah jalan raya.
“Saya kira ada suara batu besar jatuh. Setelah dicek ternyata ada truk yang terguling ke jurang,” ujarnya.
Menurutnya, warga mulai berdatangan membantu proses evakuasi sekitar pukul 05.00 WIB.
“Jam lima pagi warga mulai membantu mengangkat wortelnya. Sopirnya juga selamat, tadi kami sempat kasih kopi,” katanya.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di jalur Bondowoso-Besuki sempat tersendat. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat kondisi truk yang terguling.
Petugas Satlantas Polres Bondowoso bersama anggota Polsek Wringin melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung. Sistem buka-tutup jalan beberapa kali diterapkan, terutama saat kendaraan derek melakukan penarikan truk dari dasar jurang.
Proses evakuasi juga berlangsung cukup dramatis. Petugas dan warga sempat menghentikan sementara penarikan truk ketika sebuah ambulans hendak melintas agar perjalanan kendaraan darurat tersebut tidak terhambat.
Sementara itu, sopir truk bernama Kardi mengaku tetap bertahan di dalam kabin saat kendaraannya terperosok ke jurang karena khawatir mengalami cedera lebih parah jika melompat.
“Tidak berani saya loncat. Harus tetap di kabin. Kalau loncat bisa mati,” ujarnya.
Kardi menuturkan rasa kantuk menjadi penyebab utama kecelakaan yang dialaminya. Ia juga menjelaskan bahwa muatan wortel tersebut rencananya akan dikirim ke wilayah Tangsil, Kecamatan Wonosari.
“Dikirim ke Tangsil,” katanya.
Setelah berlangsung selama beberapa jam, proses evakuasi akhirnya rampung sekitar pukul 11.28 WIB dan arus lalu lintas kembali normal. (*/Rois)








