Unik! Cek Sound Horeg di Kemloso Diwarnai Tari Seblang, Tradisi Osing Jadi Tontonan Warga

  • Whatsapp
Foto: Tari Seblang dimainkan di cek sound horeq dusun Kemloso Desa Benculuk. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Ada pemandangan berbeda dalam cek sound horeg menjelang kirab budaya Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Di tengah persiapan dentuman sound system, warga Dusun Kemloso justru menghadirkan salah satu kesenian yang lekat dengan tradisi masyarakat Osing, yakni Tari Seblang di iringi musik adat Osing Gandrung Seblang.

Sebelum tarian digelar, warga terlebih dahulu mengadakan doa bersama dan selamatan. Suasana pun sejenak berubah khidmat. Warga berkumpul, memanjatkan doa, serta berharap seluruh rangkaian kegiatan kirab budaya dapat berjalan aman, lancar dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Foto: Tari kolosal Seblang di iringi musik Gandrung Seblang memakai sound sistem suara keras. (Doc, Rony Subhan)

Ahmad Khudori, tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun Kemloso, menjelaskan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar warga untuk memohon keselamatan.

“Kami mengadakan doa bersama dan selamatan ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan. Harapannya seluruh kegiatan berjalan lancar, warga yang mengikuti maupun yang menonton semuanya diberikan keselamatan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Dori.

Setelah doa bersama, perhatian warga kemudian tertuju pada panggung pertunjukan. Tari Seblang mulai ditampilkan. Jumat (10/08/2026)

Foto: Tari Seblang tampil di cek sound horeq memakai musik Gandrung Seblang. (Doc, Rony Subhan)

Tari Seblang dikenal sebagai salah satu kesenian tradisional masyarakat Osing Banyuwangi yang memiliki nuansa sakral. Dalam tradisi aslinya, tarian ini bukan sekedar pertunjukan hiburan, tetapi menjadi bagian dari ritual adat yang berkaitan dengan doa keselamatan dan tolak bala.

Gerakan penari yang khas, iringan musik tradisional, serta suasana yang berbeda dari hiburan modern membuat warga penasaran. Bahkan, di tengah gemuruh persiapan sound horeg, kesenian tradisional tersebut mampu mencuri perhatian masyarakat.

Warga yang sebelumnya datang untuk melihat cek sound pun berbondong-bondong mendekat. Sebagian menyaksikan dengan tenang, sementara lainnya mengabadikan momen tersebut.

Foto: Serunya tari Seblang di acara cek sound. (Doc, Rony Subhan)

Salah seorang warga, Edy Setiawan mengaku tertarik dengan penampilan tersebut. Menurutnya, perpaduan antara kegiatan masyarakat dan kesenian tradisional seperti Tari Seblang menjadi sesuatu yang menarik untuk disaksikan.

“Ini bagus. Saya kira cek sound biasanya hanya musik dan hiburan, ternyata ada kesenian tradisional seperti Seblang. Justru ini menarik karena budaya asli Banyuwangi masih ditampilkan dan dikenalkan kepada masyarakat,” ujar Edy.

Menurutnya, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal kembali budaya lokal yang memiliki nilai sejarah dan filosofi.

Malam itu, Dusun Kemloso seolah mempertemukan dua warna hiburan dalam satu ruang. Di satu sisi, suara sound horeg menjadi magnet keramaian. Di sisi lain, Tari Seblang menghadirkan nuansa tradisi dan kearifan lokal Banyuwangi.

Foto: Tari Seblang tampil memukau warga. (Doc, Rony Subhan)

Bagi warga, momen tersebut bukan sekadar cek sound menjelang kirab budaya. Ada doa, rasa syukur dan pesan untuk tetap menjaga tradisi di tengah meriahnya hiburan modern.

Ketika suara sound horeg menggema, tradisi Seblang pun ikut berbicara mengingatkan bahwa kemeriahan budaya akan semakin berarti ketika akar tradisinya tetap dijaga. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait