Bandar Lampung, beritalima.com – Suasana khidmat dan penuh rasa empati warnai peringatan HUT RI ke-81 di Asilo Hermelink, Rajabasa, Bandar Lampung (17/8), dipimpin Uskup Lampung Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo selaku inspektur upacara bendera serta mengajak semua peserta mengheningkan cipta untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah lainnya di Indonesia. .
Uskup yang memimpin 74 ribu umat Katolik se-Lampung ini melakukan upacara Hut RI diikuti sekitar 150 peserta. Imanuel dari Paroki Kedaton bertugas sebagai komandan upacara.
Barisan peserta diisi oleh kolaborasi indah pelbagai elemen masyarakat. Anggota WKRI, Ormas, dan Pramuka berdiri rapi bersama warga muslim diwakili pengurus RT setempat. Kehadiran lintas elemen ini memperkuat simfoni kebersamaan bangsa.
Di tengah khidmatnya pengibaran bendera, Mgr. Vinsensius mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para korban bencana alam dimanapun wilayah Indonesia, terutama yang baru saja terjafdi di NTT. .
“Kemerdekaan sejati dinilai bukan hanya soal perayaan, tetapi juga empati atas duka sesama anak bangsa,” ujarnya. Doa bersama ini menegaskan ikatan persaudaraan yang melampaui batas wilayah dan latar belakang.
Mgr. Vinsensius menegaskan, kemerdekaan harus membawa keadilan sosial. Ia menyoroti pentingnya memberi perhatian utama kepada warga miskin serta kawasan perbatasan.
Isu lingkungan dan pendidikan juga menjadi sorotan pesannya. “Dunia yang kita tinggali bersama adalah milik bersama,” tuturnya. Ia mengingatkan, merawat alam dan mencerdaskan bangsa adalah wujud nyata cinta tanah air.
Di atas segalanya, ia menyerukan pentingnya menjaga martabat manusia. “Manusia diciptakan sebagai gambaran Allah sendiri,” ucapnya. Seluruh masyarakat diajak untuk terus merawat persaudaraan sejati demi ketertiban dunia.
Upacara ini berlangsung di lokasi yang kaya akan makna historis. Asilo Hermelink berdiri di atas lahan keuskupan seluas 2,5 hektar. Kata “Asilo” berarti tempat perlindungan yang aman dan nyaman. Nama Hermelink mengenang Mgr. Albert Hermelink SCJ, Uskup pertama di Lampung.
Sejak diresmikan oleh Mgr. Vinsensius pada 19 Juli 2025, kawasan ini menjadi hub pelayanan sosial. Kompleks ini menaungi Laudato Si Centre sebagai gerakan ekologis, camping ground, jogging track, hingga fasilitas Campus Ministry. Asilo Hermelink terus hadir sebagai oase spiritual sekaligus rumah bersama bagi masyarakat lintas iman.
Jurnalis: abri/andaka







