Jakarta, beritalima.com| – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas memulai balapan Moto3 Italia 2026 dari posisi ke-13 setelah mencatat hasil kurang maksimal pada sesi Kualifikasi Kedua (Q2) di Sirkuit Mugello, Italia (30/5), menjadikannya persaingan kian ketat.
Hasil ini membuat peluang Veda untuk bersaing di barisan depan semakin berat. Apalagi, rival terdekatnya dari Asia Tenggara, Hakim Danish, justru tampil impresif dengan merebut posisi start kedua, hanya terpaut 0,018 detik dari peraih pole position.
Kualifikasi Moto3 Italia berlangsung ketat sejak awal. Empat pembalap yang lolos dari Q1 yakni Brian Uriarte, Hakim Danish, Cormac Buchanan, dan Matteo Bertelle langsung bergabung dengan para pembalap yang telah mengamankan tiket Q2, termasuk Veda Ega.
Di awal sesi, persaingan berlangsung sengit. Maximo Quiles sempat memimpin catatan waktu tercepat sebelum digeser Ryusei Tamanaka. Tak lama berselang, Hakim Danish membuat kejutan dengan merebut posisi teratas dan menunjukkan performa yang konsisten sepanjang sesi.
Sementara Veda Ega terlihat kesulitan menembus kelompok terdepan. Pembalap asal Indonesia tersebut bertahan di posisi ke-13 pada sebagian besar jalannya sesi kualifikasi dan gagal menemukan putaran ideal saat para rival terus mempertajam catatan waktunya.
Di sisi lain, posisi ke-13 yang diraih Veda menjadi pekerjaan rumah besar menjelang balapan utama. Start dari baris tengah membuat pembalap Indonesia itu harus berjuang ekstra keras untuk menembus kelompok depan di sirkuit yang dikenal sulit untuk melakukan manuver menyalip secara konsisten.
Hasil kualifikasi ini juga menghadirkan kontras menarik antara perkembangan balap motor Indonesia dan Malaysia di level dunia. Saat Hakim Danish berhasil menempatkan diri di barisan terdepan dan menjadi ancaman serius perebutan podium, Veda masih harus berjuang mencari konsistensi untuk bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.
Meski demikian, peluang belum sepenuhnya tertutup. Moto3 dikenal sebagai kelas yang penuh kejutan dengan persaingan rapat dan perubahan posisi yang bisa terjadi dalam setiap lap. Jika mampu melakukan start yang baik dan menjaga ritme balapan, Veda masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi dan membawa pulang poin penting dari Mugello.
Kini perhatian pecinta balap Indonesia tertuju pada penampilan Veda saat balapan utama. Mampukah pembalap muda Merah Putih itu bangkit dari posisi ke-13 dan menantang dominasi para pembalap di barisan depan? Jawabannya akan ditentukan di lintasan Mugello
Jurnalis: rendy/abri








