BANYUWANGI,Beritalima.com – Kobaran api yang memecah sunyi dini hari di Dusun Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, pada Kamis (28/05/2026), menyisakan kepanikan sekaligus renungan mendalam bagi masyarakat.
Sebuah toko elektronik milik warga bernama Maimun dilaporkan terbakar sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap tidur.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Api yang membesar di tengah gelapnya malam membuat warga berhamburan keluar rumah. Sebagian berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, sementara lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Tak butuh waktu lama, video kebakaran tersebut pun viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara warga menyebut bahwa bangunan yang terbakar merupakan toko elektronik milik Maimun.
Kobaran api tampak begitu besar, memancarkan cahaya merah menyala yang membelah gelapnya dini hari di kawasan Purwoagung.
Di balik peristiwa itu, tokoh masyarakat Banyuwangi Selatan, Uny Saputra, mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dan meningkatkan kewaspadaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebelum beristirahat malam.
Menurut Uny, kebakaran sering kali datang tanpa diduga. Kelalaian kecil yang dianggap sepele bisa berubah menjadi musibah besar ketika manusia lengah terhadap kondisi di sekitarnya.
“Kadang manusia terlalu lelah menjalani aktivitas, sampai lupa memastikan kondisi rumah sebelum tidur. Padahal api bisa muncul dari hal-hal kecil, seperti arus pendek listrik, colokan yang masih tersambung, atau peralatan elektronik yang tidak dicek kembali,” ujar Uny.
Ia menilai, perkembangan penggunaan perangkat elektronik di rumah-rumah warga juga harus dibarengi dengan kesadaran terhadap keselamatan. Terlebih saat malam hari, ketika semua orang tertidur dan tidak lagi memantau kondisi rumah.
“Kesadaran itu penting. Sebelum tidur, biasakan memeriksa listrik, memastikan kompor aman, dan tidak membiarkan perangkat elektronik menyala tanpa pengawasan. Kadang musibah datang justru ketika manusia merasa semuanya baik-baik saja,” tambahnya.
Uny juga mengingatkan bahwa kewaspadaan bukan hanya soal menjaga harta benda, tetapi juga menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. Ia berharap peristiwa kebakaran di Purwoagung menjadi pengingat bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap potensi bahaya di rumah masing-masing.
“Musibah tidak pernah memberi tanda sebelumnya. Karena itu manusia harus belajar waspada sejak hal-hal kecil. Jangan sampai penyesalan datang setelah semuanya terlambat,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun peristiwa itu menjadi pengingat bahwa dalam sunyi malam sekalipun, bahaya bisa datang kapan saja ketika kewaspadaan mulai dilupakan. (Ron//B5)








