Wakil Menteri Ni Luh: Wamena Potensi Jadi Destinasi Wisata Budaya Kelas Dunia

  • Whatsapp
Wakil Menteri Ni Luh dengan anak Papua: Wamena potensi jadi destinasi wisata budaya kelas dunia (foto: Kemenpar)

Wamena, beritalima.com|- Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Wamena memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan agrowisata unggulan Indonesia bahkan dunia.

Ni Luh melihat langsung salah satu warisan budaya yang menjadi daya tarik utama Wamena, yaitu mumi yang berusia lebih dari 300 tahun di Desa Wisata Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Papua (6/8).

Perjalanan Wamenpar diawali mengunjungi Desa Wisata Kumugima, salah satu destinasi eikenal luas wisatawan mancanegara menghadirkan pengalaman hidup bersama masyarakat adat, mulai dari tradisi bakar batu, pertunjukan tari, hingga rumah adat honai yang masih lestari sehingga menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya di Wamena.

Desa ini menawarkan berbagai pengalaman otentik, mulai tradisi memasak makanan bakar batu, pertunjukan tari tradisional, hingga kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan rumah adat honai sebagai bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.

“Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Tadi melihat Desa Wisata Kumugima, kemudian dilanjutkan mengunjungi mumi di Aikima. Saya sangat senang bisa melihat langsung potensi wisata yang luar biasa di sini, didampingi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujar Ni Luh.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya. Di tengah bentang alam pegunungan yang asri, Wamenpar menyaksikan secara langsung salah satu warisan budaya yang menjadi daya tarik utama Wamena, yakni mumi berusia lebih dari 300 tahun yang hingga kini tetap terawat melalui tradisi dan kearifan masyarakat adat.

Mumi tersebut merupakan jasad Kepala Suku Wirafak Elosak yang diyakini hidup pada masa perang antarsuku. Menurut cerita secara turun-temurun, sebelum wafat Wirafak Elosak berpesan agar jasadnya diawetkan sehingga dapat dikenang oleh keturunannya sekaligus menjadi warisan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kini, mumi tersebut menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang dikenal hingga mancanegara.

Daya tarik Wamena sebagai destinasi wisata budaya juga terlihat dari tingginya minat wisatawan asing. Saat berada di lokasi, Wamenpar berbincang dengan sejumlah wisatawan asal Italia yang mengaku sengaja memasukkan Wamena ke dalam rute perjalanan mereka setelah berkunjung ke Raja Ampat agar dapat menikmati keunikan budaya sekaligus menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem.

Selanjutnya, Wamenpar mengunjungi Workshop Noken Street Fashion untuk melihat secara langsung kreativitas para perajin noken khas Papua. Menurutnya, kerajinan tangan yang lahir dari tradisi masyarakat setempat merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata karena menghadirkan nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia menilai Wamena memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata budaya dengan kekayaan adat, tradisi, dan karya kreatif masyarakat yang masih terjaga. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan.

Selain budaya, Wamena juga memiliki potensi agrowisata yang menjanjikan. Wamenpar meninjau kebun nanas di Kumugima serta kopi Wamena yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas dan telah menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan. Potensi tersebut dinilai dapat dipadukan dengan wisata budaya sehingga wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas selama berada di Wamena.

Jurnalis: abri/rusman

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait