PALEMBANG, BeritaLima.Com
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya bagi warga yang masuk dalam kategori miskin.
Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd.I., M.M., mengungkapkan bahwa sebanyak 200 paket sembako siap didistribusikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang hidupnya terganggu akibat asap dan dampak lingkungan.
“Kami menerima banyak permohonan, baik langsung maupun melalui arahan, dari warga yang bahkan ada yang tidak makan sama sekali karena dampak kabut asap ini. Mereka layak dibantu. Oleh karena itu, kami siapkan 200 paket sembako dengan semangat ‘Pak Walikota Peduli’,” ujar Kgs. M. Ridwan Nawawi di kantornya, Senin (28/09/2026).
Ridwan menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari program “Palembang Peduli”. Paket sembako tersebut berisi bahan pokok kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pangan lainnya. Penyaluran direncanakan akan dilakukan secara teknis melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Palembang, dengan kemungkinan distribusi berlangsung pada hari Rabu mendatang, setelah data penerima finalisasi.
Sinergi Lembaga dan Dukungan Penuh terhadap Visi Misi Walikota
Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk mendukung 100% program-program Pemkot Palembang. Ridwan menekankan pentingnya sinergi antara pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah—terutama dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Palembang—dengan penyaluran yang tepat sasaran kepada masyarakat.
“Kami sangat bangga dengan kepemimpinan Bapak Walikota dan Wakil Walikota yang sering turun ke lapangan. Beliau responsif terhadap laporan cepat dari masyarakat. Ini sesuai dengan visi dan misi pemerintah kota. Kami sebagai mitra strategis hanya ingin memastikan dana umat disalurkan dengan benar,” tambah Ridwan.
Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Walikota Palembang yang dikenal dekat dengan rakyat, bahkan hingga level mikro seperti memantau kondisi pedagang kecil atau bertanya langsung kepada warga tentang kondisi mereka. Hal ini dinilai sebagai nilai positif yang perlu dicontoh oleh seluruh elemen pemerintahan untuk menghindari saling tuduh-menuduh dan fokus pada solusi.
Doa sebagai Bentuk Apresiasi Tertinggi.
Menutup pernyataannya, Kgs. M. Ridwan Nawawi mengajak seluruh pihak untuk menjaga persatuan dan saling tolong- menolong. Ia mendoakan agar para donatur, khususnya ASN yang telah menunaikan zakatnya, serta jajaran pimpinan kota diberikan kesehatan dan keberkahan.
“Orang yang menerima bantuan pasti mendoakan pemberinya. Itu adalah doa yang mustajab. Kami doakan Walikota, Wakil Walikota, dan para ASN agar selalu dalam lindungan Allah SWT. Dengan saling peduli dan menjauhkan diri dari sikap saling menyalahkan, Insyaallah Palembang akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur negeri yang baik dan penuh ampunan,” pungkasnya.
(Nn)








