Wapres Hadiri Puncak Perayaan Waisak di Candi Borobudur

  • Whatsapp
Wapres (pegang obor api) hadiri Puncak Perayaan Waisak di Candi Borobudur (foto: kemenpar)

Magelang, beritalima.com| –  Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih menghadiri puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (31/5).

Wapres menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus permohonan maaf karena belum dapat menghadiri langsung puncak Perayaan Waisak 2570 BE. Menurut Wapres, Perayaan Waisak di Borobudur tak hanya perayaan keagamaan, tapi juga simbol kuat Indonesia merupakan rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Wapres menilai Indonesia sebagai bangsa besar membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal utama dalam pembangunan. Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih (Metta), kasih sayang (Karuna), dan kebijaksanaan (Panna) dinilai sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut, Indonesia saat ini berada pada tingkat kerukunan yang sangat baik. Berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) nasional tercatat berada di atas 76 persen.

“Di hari yang penuh berkah dan hikmah ini, kita kembali diingatkan pada esensi luhur Hari Suci Waisak. Nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya bukan sekadar fondasi spiritual, melainkan juga kompas moral yang menuntun kita untuk hidup dalam kedamaian, ketenteraman, dan cinta kasih tanpa batas. Keberagaman dan toleransi adalah identitas sekaligus kekuatan sejati Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Sementara Ketua Umum DPP WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) Hartati Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Perayaan Waisak tahun ini.

Puncak Perayaan Waisak merupakan ritual keagamaan paling sakral bagi umat Buddha dan menjadi perayaan terbesar sepanjang tahun. Selain memiliki makna spiritual yang mendalam, perayaan ini juga dapat disaksikan oleh masyarakat luas dan wisatawan, sehingga menjadi daya tarik yang mampu menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara setiap tahunnya.

Rangkaian Perayaan Waisak 2026 berlangsung sepanjang bulan Mei dan diawali dengan kegiatan karya bakti secara serentak di seluruh Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Berbagai kegiatan spiritual, aksi kepedulian lingkungan, kegiatan sosial, hingga pelepasan lampion perdamaian turut mewarnai rangkaian perayaan tahun ini. Pelepasan 2.570 lampion menjadi salah satu momen paling dinantikan, tidak hanya oleh umat Buddha tetapi juga wisatawan. Ribuan lampion yang membubung ke langit dengan latar kemegahan Candi Borobudur menghadirkan pengalaman yang berkesan dan sarat makna.

Jurnalis: dedy/abri

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait