Kubu Raya, beritalima.com| – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan (10/9), yakni Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk melihat langsung perkembangan penanganan serta berbagai kebutuhan di lapangan.
Wapres mengatakan, karhutla harus ditangani secara menyeluruh dengan memastikan pemadaman berjalan efektif sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta satwa dan habitatnya.
Menghadapi karhutla, Wapres mengingatkan agar upaya pemadaman berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Kebutuhan warga terdampak, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan logistik, perlu dipastikan tetap terpenuhi selama kondisi karhutla berlangsung.
“Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik,” ujar Wapres.
Selain itu, Wapres menekankan penanganan karhutla perlu terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan termasuk penerapan berbagai inovasi yang dibutuhkan. Namun menurut Wapres, setiap inovasi yang diterapkan harus dapat memberikan manfaat nyata, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.
“Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur,” tambahnya.
Adapun salah satu pemanfaatan inovasi yang langsung ditinjau Wapres dan diterapkan khususnya di Kalimantan Selatan adalah formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk pemadaman kebakaran pada lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan melalui kajian dan analisis laboratorium terhadap cairan pembentuk busa, yang kemudian direformulasi agar sesuai untuk pemadaman lahan gambut.
Formulasi tersebut membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan, sehingga pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan lebih efektif serta penggunaan air lebih efisien. Diuji dengan drone thermal, suhu area gambut yang semula mencapai sekitar 130°C turun hingga sekitar 30°C dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi.
“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” ungkap Wapres.
Jurnalis: abri/dedy, sumber: setneg








