Warga Sula Susah Dapat BBM Bersubsidi, Nelayan Terpukul! Kapolres Handres: Patroli dan Penindakan Tegas Segera!

  • Whatsapp

AKBP Handres, S.H., S.I.K.
Kapolres Kepulauan Sula
KEPULAUAN SULA, beritaLima.com — Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar kini semakin dirasakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi pemandangan sehari-hari, sementara warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari. Nelayan pun paling terpukul, sebab tanpa bahan bakar mereka tak bisa melaut.

Kondisi ini diduga dipicu dua faktor utama, lonjakan permintaan akibat banyaknya pengguna yang beralih dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi, serta kendala distribusi di lapangan yang membuat pasokan tidak lancar menjangkau wilayah kepulauan. Padahal, Pemerintah dan Pertamina menegaskan bahwa stok BBM bersubsidi secara nasional dalam kondisi aman dan harga tidak berubah, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Kesenjangan antara ketersediaan yang dinyatakan aman di tingkat pusat dengan kenyataan langkanya pasokan di lapangan memicu kecurigaan kuat di kalangan masyarakat. Tak hanya itu, pasokan Solar justru banyak beredar namun tidak tepat sasaran, semakin menegaskan adanya ketidakberesan dalam penyaluran. Maraknya tangki rakitan beroda dua maupun roda empat yang beroperasi tanpa izin di sejumlah SPBU juga menjadi sorotan utama.

“Jangan sampai kelangkaan ini dimanfaatkan oleh oknum untuk menimbun, memainkan harga, atau mengalirkan ke pihak tertentu saja. Masyarakat menuntut kejelasan: ke mana pasokan itu pergi? Mengapa di lapangan justru langka?” tegas sejumlah warga yang mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM.

Masyarakat Kepulauan Sula pun meminta Kapolres Kepulauan Sula segera membuka penyelidikan menyeluruh, memeriksa alur distribusi dari gudang penampungan hingga ke SPBU, serta menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan penimbunan, penggelembungan, atau penyalahgunaan pasokan BBM bersubsidi tanpa pandang bulu.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres, S.H., S.I.K. memberikan konfirmasi resmi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/9/2026): “Terkait antisipasi kelangkaan BBM maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, tentunya Polres Kepulauan Sula telah dan akan melakukan langkah-langkah guna mencegah hal tersebut.

“Polres akan melakukan patroli dan pantauan di SPBU-SPBU yang ada di wilayah hukum Polres Kepulauan Sula guna mengawasi potensi kecurangan, penimbunan, ataupun penyalahgunaan BBM bersubsidi,” tegas AKBP Handres.

“Selain itu, kami juga menghimbau warga untuk tetap tenang dengan tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan membeli secukupnya. Kami juga akan memberi himbauan kepada pengusaha SPBU agar tetap memperhatikan kebutuhan BBM bagi masyarakat dan nelayan. Jika ada yang menemukan praktik kecurangan ataupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, tentu akan kami lakukan penegakan hukum dengan tegas dan profesional,” lanjutnya.

Dengan demikian, Polres Kepulauan Sula menegaskan akan mengambil langkah persuasif maupun represif guna meminimalisir kelangkaan akibat penyelewengan BBM yang tidak tepat sasaran, “pungkas orang nomor satu di Polres Kepulauan Sula.

Rakyat berhak mengetahui ke mana pasokan BBM sebenarnya pergi, dan berhak memastikan bahwa BBM bersubsidi benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, masyarakat biasa, nelayan, dan pelaku ekonomi kecil, bukan dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab! (DN)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait