Taiwan, beritalima.com| – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat penetrasi pasar wisatawan mancanegara (wisman) Taiwan melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei, Taiwan (2/9), dengan mempertemukan industri pariwisata Indonesia dan mitra bisnis Taiwan serta memperluas promosi destinasi Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan sales mission tersebut menjadi salah satu langkah Kemenpar untuk memperluas jejaring bisnis pariwisata Indonesia di Taiwan melalui pertemuan business to business (B2B) antara pelaku industri kedua negara.
“Selain memperkuat promosi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan dan reputasi terhadap Wonderful Indonesia, memperkuat citra positif dan daya saing dengan destinasi kompetitor, serta menghasilkan kesepakatan dan nilai transaksi penjualan (real pax) maupun potensi kerja sama berkelanjutan antara para pelaku industri pariwisata Indonesia dan Taiwan,” kata Made dalam keterangannya (2/9).
“Wonderful Indonesia Sales Mission” di Taipei merupakan program kolaborasi Kemenpar bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), dan STARLUX Airlines.
Sebanyak 21 pelaku industri pariwisata Indonesia yang terdiri atas travel agent/tour operator, Destination Management Company (DMC), dan penyedia akomodasi hadir menawarkan produk serta paket wisata Indonesia kepada lebih dari 49 buyers dari Taiwan.
Rangkaian kegiatannya seperti table top meeting dan networking session yang mempertemukan sellers Indonesia dengan buyers Taiwan untuk membuka peluang transaksi sekaligus membangun kerja sama bisnis pariwisata secara berkelanjutan.
Kemenpar dan KDEI Taipei mempromosikan sejumlah destinasi seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan di Jawa Timur, Surabaya, dan Labuan Bajo. Berbagai produk wisata minat khusus yang sesuai dengan karakteristik pasar Taiwan juga turut diperkenalkan.
Menurut Made, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mengenalkan program unggulan Kemenpar dalam pengembangan quality tourism melalui promosi wisata bahari (marine tourism), wisata kebugaran (wellness tourism), wisata gastronomi (gastronomy tourism), serta eksplorasi kekayaan budaya dan alam Indonesia.
“Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia,” ujar Made. Taiwan merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan Taiwan ke Indonesia pada Januari–Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan dan Taiwan pada urutan ke-13 negara penyumbang wisatawan ke Tanah Air.
Potensi pasar tersebut masih terbuka lebar seiring tingginya minat masyarakat Taiwan ke luar negeri. Namun, wisatawan Taiwan ke Indonesia masih kurang 1 persen dari total perjalanan ke Asia. Sebagai perbandingan, pada periode sama, Jepang menerima sekitar 4,6 juta wisatawan Taiwan, Mainland China sekitar 2,1 juta, Korea Selatan 1,4 juta, Vietnam 706 ribu, dan Thailand 645.687 wisatawan.
Kini, peluang terbuka dengan penguatan konektivitas udara antara Indonesia dan Taiwan. STARLUX Airlines selaku mitra kolaborasi akan membuka penerbangan langsung Taipei–Denpasar mulai 1 Oktober 2026 dengan frekuensi lima kali per pekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.
Adapun industri pariwisata Indonesia yang terlibat dalam sales mission kali ini meliputi ARSAwisata Tours, Panorama Destination, Floressa Bali Tours, Java Traveller Indonesia, Bali Megah Wisata (BMW), TJTS-Bali, PT Anugerahjaya Sukses Lestari, Travel Hangar, PT Yorker Holidays DMC, Elior Tour, Monas Tours & Travel, STAT Indonesia Tours, The Saku Travel, dan Zada Liveaboard.
Sementara itu, dari sektor akomodasi hadir Impiana Private Villas Seminyak, Louvre Hotels Group South East Asia, Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS, Hotel MaxOne Ubud, Tijili Benoa Hotel, PHM Hotels, dan Lereng Bromo Hotel.
Jurnalis: abri/dedy








