Yashinta: Aspirasi Pelajar Perlu Didengar di Parlemen

  • Whatsapp
Anggota DPD RI Yashinta (tengah): Aspirasi Pelajar Perlu Didengar di Parlemen

Jakarta, beritalima.com| – Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) R.A. Yashinta Sekarwangi Mega mendorong agar suara pelajar tidak berhenti sebagai diskusi di ruang kelas saja dan bahkan agar bisa didengar hingga ruang Parlemen. Generasi muda perlu diberi ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sekaligus ikut memengaruhi arah kebijakan publik.

Pesan itu disampaikan Yashinta saat gelar Jogja Youth Town Hall di SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 6 Yogyakarta (11/8). Forum tersebut menjadi ruang bagi Yashinta untuk mendengar langsung pandangan pelajar mengenai sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Yashinta berharap ruang dialog dengan generasi muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia mengajak pelajar berani menyampaikan persoalan dan gagasan kepada wakil rakyat di Parlemen agar dapat diperjuangkan melalui jalur kelembagaan.

“Untuk menemani proses teman-teman muda, jangan sungkan dan jangan ragu untuk menghubungi anggota dewan agar aspirasi teman-teman tidak hanya jadi pajangan dalam pikiran,” Yashinta membuka diri.

Oleh karenanya, ia mengajak, “melalui pendekatan kepada teman-teman muda, saya sadar bahwa generasi muda DIY masih memerlukan pengawasan khusus pada isu kesehatan mental, optimalisasi fasilitas publik, serta perluasan lapangan kerja.”

Menurutnya, pelibatan anak muda dalam kebijakan publik tidak harus menunggu mereka memiliki jabatan politik. Bahkan, suara pelajar di tingkat sekolah sekalipun patut menjadi bagian dari proses penyerapan aspirasi.

“Pentingnya ada perwakilan anak-anak muda dalam dunia parlemen. Fungsinya adalah supaya mampu menjadi jembatan teman-teman untuk dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan,” katanya.

Yashinta menilai politik semestinya tidak dipersepsikan semata sebagai perebutan kekuasaan. Politik, menurut dia, merupakan instrumen untuk memastikan persoalan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan.

“Pada hakikatnya politik merupakan ritme kerja kemanusiaan sekaligus sarana untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, persoalan generasi muda juga dibahas dari sisi pengembangan kapasitas dan kepedulian lingkungan. Puteri Indonesia DIY 2025 Maharani Divaningtyas mengingatkan pentingnya membangun jejaring sejak usia muda, sementara Founder E-Waste Rafa Jafar mengajak pelajar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah elektronik.

Rafa menilai kebiasaan menggunakan teknologi harus diikuti kesadaran mengenai dampak limbah yang dihasilkan. Salah satu langkah yang didorong adalah penyediaan dropbox sampah elektronik di sekolah agar pelajar lebih mudah terlibat dalam pengelolaan limbah elektronik.

Jurnalis; rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait