Agung Sedayu Realestat Indonesia Perkuat Kehadiran Menara Jakarta dan Fatmawati City Center

  • Whatsapp
General Manager Corporate Communications and Affairs ASRI, Troy Fridatama (kanan) dan inisiator Himpunan Wartawan Ekonomi Indonesia, Krista Riyanto

Jakarta, beritakima.com|- Pengembang properti ASRI atau Agung Sedayu Realestat Indonesia di bawah kepemilikan konglomerat Sugianto Kusuma (akrab disapa Aguan),  memacu pertumbuhan sektor properti di dua proyek andalannya, Menara Jakarta Kemayoran dan Fatmawati City Center sepanjang 2026.

Langkah ini diambil seiring perlambatan kinerja penjualan properti di Jakarta sepanjang 2025. Meski demikian, ASRI optimistis sektor properti masih memiliki potensi besar untuk kembali tumbuh, terutama melalui pengembangan kawasan terpadu berlokasi strategis dan terintegrasi dengan pusat aktivitas ekonomi.

Menara Jakarta berada di Kemayoran, Jakarta Pusat, dikembangkan di atas lahan lima hektare. Kawasan ini dirancang sebagai proyek mixed-use yang menggabungkan hunian kondominium dan apartemen, area perkantoran, serta pusat perbelanjaan.

Lokasinya yang tepat di seberang Jakarta International Expo (JIExpo) memberi nilai tambah ekonomi, terutama dari sisi aktivitas bisnis dan pameran berskala nasional maupun internasional.

General Manager Corporate Communications and Affairs ASRI, Troy Fridatama menyampaikan, Menara Jakarta memiliki potensi pasar yang cukup kuat berkat dukungan captive market dari kawasan Kemayoran dan sekitarnya (7/1).

“Menara Jakarta adalah kawasan lengkap di jantung Jakarta dengan lingkungan yang mendukung aktivitas bisnis dan hunian,” ujarnya. Selain Menara Jakarta, ASRI juga mengandalkan Fatmawati City Center yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Kawasan seluas 22 hektare tersebut, sekarang ini sudah terbangun hunian apartemen, rumah tapak, serta soho (rumah toko) yang menyasar segmen menengah ke atas.

Keunggulan utama Fatmawati City Center terletak pada lokasinya yang ada di kawasan elite Jakarta Selatan serta terintegrasi dengan transportasi publik modern, khususnya Moda Raya Terpadu (MRT).

“Fatmawati City Center memiliki nilai ekonomi tinggi karena berada di area strategis Jakarta Selatan dan hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari stasiun MRT,” ucap Troy.

Ia menambahkan lingkungan dengan daya beli tinggi di kawasan tersebut memberikan kepastian dan keberlanjutan bagi aktivitas bisnis maupun investasi properti.

Melalui pengembangan dua kawasan tersebut, ASRI menargetkan nilai penjualan properti pada 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait