Jakarta | beritalima.com – Aksi Bela Negara yang dilaksanakan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta mengundang seluruh anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi DKI Jakarta yang masing masing anggotanya mewakili provinsinya yang ada di Indonesia.
Hal itu dikatakan Ketua FPK Provinsi DKI Jakarta, A. Syamsul Zakaria, S.H.,, M.H di Jakarta masih terkotak kotak dengan berbagai suku yang ada di Jakarta. Ucapan itu dilansir beritalima.com saat Kesbangpol Peovinsi DKI Jakarta menggelar Aksi Bela Negara, di Ruang M.H. Thamrin, Gedung Ali Sadikin, Balaikota Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.
Aksi Bela Negara yang dikemas sekaligus Silaturahim Kebangsaan dengan mengambil tema Saru Rasa, Jaga Jakarta Global dan Berbudaya” Syamjack panggilan akrab dari Ketua FPK DKI Jakarta mendukung kegiatan ini (Aksi Bela Negara) yang dilaksanakan benar benar adil dalam arti suport kegiatan itu bersumber dari swadaya anggota.
“Terima kasih atas kegiatan ini, sekali lagi Kesbangpol DKI Jakarta Jakarta, selamat kita akan berkolaborasi ke depannya lebih baik. Apalagi, sebentar lagi memasuki bulan suci ramadhan, kami yakin, Forum Pembauran Kebangsaan ini akan menjadi suatu landasan untuk saudara-saudara kita,” ucap Ketua FPK DKI.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Bidang Wasbang Kesbangpol DKI Jakarta, Herlina, Haris selaku Ketua AWPI, Asiatensi Media Nasional (ASMEN). Lanjutnya, Herlina mengatakan bahwa sebelum Covid-19 melaksanakan Aksi Bela Negara yang dananya digelontorkan dari Dana APBD Peovinsi DKI, terbilang besar hingga masyarakat ke puncak sampai dengan 200 angkatan.
“Kami dari Kesbangpol DKI Jakarta membawa masyarakat ke puncak hingga bisa 200 angkatan, kami biayai, makan, dan ngasih ongkos,” jelas Herlina.
Ia pun menegaskan aksi bela negara di lapangan, Pemeintah mensosialisasikan tentang kebangsaan. Sedangkan pedagang pedagang bisa hidup dengan adanya banyak kegiatan, pelaku usaha dan pelaku seni bisa hidup.
“Jadi kita merupakan satu lingkaran yang saling ketergantungan satu sama lainnya. kalau banyak kegiatan ekonomi kita berjalan kemudian PAD kita masuk ke pemerintahan DKI. Jadi kita bisa jalan-jalan lagi ke puncak demikian,” tandasnya.
Jurnalis: dedy








