Jakarta, beritalima.com| – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melalui video call puji aksi heroik Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sugianto yang menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan dahsyat di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Korea Selatan (Korsel) pada Maret 2025 lalu.
Sugianto yang bekerja di Korsel di sektor perikanan tinggal di daerah pesisir, saat musibah kebakaran terjadi sedang tugas malam. Ketika itu ia harus menempuh jalan terjal di perbukitan hingga harus menggendong beberapa lansia dari rumah mereka ke tempat lebih aman.
Aksi heroik ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Korsel, dimana pada 2 Januari kemarin Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung anugerahi Sugianto penghargaan tertinggi atas nilai kemanusiaannya (pengakuan internasional) serta dedikasinya sebagai PMI. Sugianto kini menjadi representasi nyata Pekerja Migran sebagai duta bangsa, bekerja prosedural, berintegritas, dan membawa nilai universal kemanusiaan.
Mukhtarudin mewakili Pemerintah Indonesia langsung menghubungi Sugianto (di Korsel) dan isterinya (tinggal di Indramyu, Jawa Barat), melalui video call. “Terima kasih banyak, Ibu, juga Bapak Sugianto tetap ingat anak dan istri di tanah air. Doa dari istri selalu menyertai agar Bapak bekerja selamat dan sehat,” ujar Menteri Mukhtarudin di Jakarta (6/1).
Isteri Sugianto, Indah, kini tinggal berdua dengan anak di Indramayu, tanpa orang tua. Alhamdulillah sudah punya rumah sendiri,” ujar Indah bangga. Mukhtarudin pun menawarkan informasi program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) subsidi untuk perumahan. “Kalau ada rezeki lebih, bisa disisihkan untuk program kredit perumahan dari pemerintah,” sarannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Menteri berjanji memberikan tabungan pendidikan untuk anak Sugianto yang berada di Indramayu. “Nanti Kepala Balai BP3MI Jawa Barat akan koordinasi langsung dengan Ibu,” janji Muktarudin.
Mukhtarudin juga membahas perusahaan tempat Sugianto bekerja, menawarkan presentasi dan koordinasi untuk penempatan pekerja Migran lebih lanjut. “Hubungan Indonesia-Korea Selatan sangat baik, jadi hal seperti ini tidak masalah,” jelasnya.
Sugianto menyampaikan permohonan langsung kepada Menteri P2MI agar memfasilitasi pimpinanan perusahaan untuk dibantu dalam pembuatan visa kunjungan ke Indonesia, guna untuk melihat perkembangan sektor fishing setiap tahun, yang langsung direspon positif oleh Mukhtarudin.
Tak lupa Sugianto berpesan kepada CPMI agar bekerja secara prosedural dengan kontrak kerja yang jelas. “Dan khusus sektor fishing agar mempersiapkan mental dan tidak mudah menyerah dengan kondisi pekerjaan yang nanti akan dihadapi, jangan kabur sebelum selesai kontrak,” pesannya.
Jurnalis: abri/dedy








