Alham Valeo : Pedagang Tercekik Dengan Iuran Yang Ditagih Per Hari

  • Whatsapp

AMBON – Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA), Alham Valeo menyatakan pedagang pasar mardika merasa tercekik dengan semua iuran yang ditagih setiap harinya oleh oknum-oknum tertentu.

Tanggapan tersebut disampaikan usai menerima keluhan puluhan pedagang pasar apung 3 yang gusar terhadap ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan Bumi Perkasa Timur (BPT), Jumat (16/06/2023).

“Ada tiga iuran yang harus dibayarkan pedagang tiap hari dengan harga variatif, misalnya saja sampah 3 ribu, kotamadya 2 rubu, parkiran 10 ribu, namun yang berjualan dengan memanfaatkan badan jalan dibanderol 25 ribu per hari,” terangnya.

Kata ia, jujur saja pasca pandemi covid-19 aktivitas jual beli di pasar menjadi lesu, jika pembayaran setiap hari dikalkulasikan per satu minggu dan sebulan berapa kerugian yang dialami pedagang.

“Pedagang ini secara keseluruhan punya hutang dan bunga bank yang harus dibayar per bulan, belum lagi pinjaman dari koperasi yang ditagih per hari, semuanya hanya untuk menyambung hidup, namun harus berjuang dengan segala iuran yang dibebankan se’enaknya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Pintanya, kami berharap apa yang dikeluhkan pedagang bisa didengar oleh pemerintah, DPRD agar bisa membuat kebijakan yang pro terhadap pedagang.

Terutama sebutnya, kami menentang dalil pembersihan yang akan dilakukan oleh pemerintah kota Ambon di kawasan depan hotel Wijaya II usai video pungli terhadap pedagang viral di berbagai platform sosial media.

Saya berharap Pemerintah bisa mengerti dan memahaminya kondisi pedagang dan dinamika pedagang sehingga tidak serta merta melakukan pembersihan tanpa solusi dari pemerintah daerah.

Yang kami minta hanya solusi yang di berikan pemerintah tidak kurang tidak lebih, jangan sampai ada pembersihan terhadap pedagang yang digadang-gadang bakal berlangsung selama tiga hari terhitung sejak hari senin.

“Jika demikian pedagang mau makan apa, penghasilannya dari mana. kami minta kebijakan pemerintah kota Ambon terhadap rencana tersebut,” pintanya lagi. (Vera)

beritalima.com

Pos terkait