Amir Jawas Tokoh Pendiri Terbentuknya KSB Angkat Bicara Terkait Lahan Smelter

  • Whatsapp

Sumbawa Barat NTB.beritalima.com|
Terkait dengan pembebasan lahan untuk pabrik Smelter di wilayah kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi kendala disebabkan oleh salah satu warga pemilik lahan di lokasi Smelter tersebut belum terselesaikan.

Amir Jawas yang merupakan salah satu tokoh pendiri terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat angkat bicara terkait persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik Smelter di wilayah Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat, “Mungkin ini masalah miskomunikasi antara pemilik lahan dengan Panitia Pembebasan Lahan yg merupakan perwakilan dari perusahaan PT AMNT”, kata Amir Jawas saat di jumpai media minggu (03/10/2021).

Amir Jawas mengatakan, “perlu kita pahami bahwa untuk memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat ini perlu pengorbanan dengan niat tulus dan ikhlas bahkan kita perjuangkan dengan taruhan nyawa dan air mata, kenapa kita perjuangkan Kabupaten Sumbawa Barat karena rentang kendali Kabupaten Sumbawa terlalu jauh kesini, sehingga dengan terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat marilah kita bangun bersama-sama Kabupaten ini dengan tulus dan ikhlas untuk memajukan Sumbawa Barat.

“Bupati KSB menurut saya perlu juga melakukan pendekatan secara personal kepada pemilik lahan yang belum terselesaikan yaitu H.Yandri untuk mencari solusi dari permasalahan saat ini, dan bila perlu Bupati KSB bersama para tokoh pendiri KSB yang ada disini seperti Bang Anas, Pak Kyai Zulkifli, ustad Ja’far dan saya, termasuk Pak Firin itu juga pendiri, bisa kesana dan menyatukan persepsi terkait penyelesaian lahan smelter tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, sebagai pemimpin Pak Bupati juga harusnya turun ke masyarakat untuk melakukan dialog secara kekeluargaan dengan H.Yandri. Insyaallah akan ada titik temu dari permasalahan ini, jangan sampai berlarut-larut permasalahan ini, karena smelter ini tujuannya untuk membangun perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat, jangan sampai terhambat oleh segelintir orang.

“Saya berharap pembangunan Smelter ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, sehingga kedepannya perekonomian masyarakat Sumbawa Barat khususnya di Maluk bisa bangkit dan juga bisa membuka dan merekrut tenaga kerja lokal kita”, tuturnya. (Rozak)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait