Anis Byarwati: Idul Fitri Momentum Perkuat Ketangguhan Perempuan dan Ekonomi Keluarga

  • Whatsapp
Anis Byarwati: Idul Fitri momentum perkuat ketangguhan perempuan dan ekonomi keluarga (foto: abri)

Jakarta, beritalima.com|- Idul Fitri di tengah kondisi ekonomi penuh tantangan, momentum ini  menjadi saat yang tepat untuk melihat kembali peran penting perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati menilai, dalam situasi ekonomi saat ini, perempuan (terutama para ibu), memegang peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan rumah tangga.

“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan kekuarga, memastikan kebutuhan terpenuhi, walaupun kondisi ekonomi sedang tidak mudah,” ujar Anis di Jakarta (20/3).

Ia mengakui tekanan ekonomi dirasakan nyata oleh masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga daya beli yang belum sepenuhnya pulih.

“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi bagi banyak keluarga. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” ucapnya.

Menurut Anis, mencari nafkah bukanlah tugas perempuan, melainkan tanggung jawab pada laki-laki. Sementara perempuan berperan utama jaga dan kelola kehidupan keluarga. “Perlu dipahami, mencari nafkah bukan tugas utama perempuan. Maka ketika perempuan ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga, itu adalah bentuk dukungan dan kekuatan tambahan, bukan kewajiban utama,” paparnya.

Menurut Anis, justru dalam kondisi saat ini, penting untuk memperkuat kerja sama yang sehat antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi keluarga. ”Suami dan istri perlu saling memahami, berkomunikasi dengan baik, dan berbagi peran secara bijak. Dengan begitu, beban tidak bertumpu pada satu pihak, dan keluarga bisa lebih kuat menghadapi tantangan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa ketangguhan perempuan Indonesia perlu didukung dengan kebijakan yang berpihak, agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa berkembang.

“Perempuan punya potensi besar, terutama di sektor UMKM. Karena itu, akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus benar-benar diperkuat, supaya perempuan bisa lebih berkembang secara ekonomi,” ungkapnya.

Di momentum Idul Fitri ini, Anis juga mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling membantu, terutama bagi mereka yang masih terdampak kondisi ekonomi. “Idul Fitri mengingatkan kita untuk saling peduli. Di tengah situasi yang menantang, semangat berbagi dan gotong royong menjadi sangat penting untuk menjaga kekuatan sosial kita,” ajaknya.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait