Anniversary 6th Panen News: Industri Pangan Indonesia Perlu Pendampingan Intensif

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com – Tahun 2025 kemarin stok beras Indonesia terbilang mendapat rekor tertinggi hingga 4,2 juta ton per tahun. Sejak Bulog berdiri tahun 1969 hingga sekarang selalu mendapat apresiasi dari Presiden RI.

Hal itu dilontarkan Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han selaku Dirut Bulog saat Talk Show pada Panen Fest 2026 sesi pertama dengan mengambil tema Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri. sekaligus Anniversary ke – 6 Penen News, di Lapangan Banteng, Sabtu (7/2/2026).

Hadir Siti Hediati Hariyadi, Ketua Komisi IV DPR RI sebagai Keynote Speech dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Lanjutnya, KASAD menerima penghargaan Insan Inspiratif dan Kepemimpinan TNI AD Bidang Agroforestry, Pengairan, dan Teritori Pangan atas komitmen dan kepemimpinannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Siti Hediati yang biasa dipanggil Mbak Tititk mengapresiasi Pemerintah yang telah melaksanakan swasembada pangan. Namun diminta mbak Titik tidak saja swasembada pangan beras akan tetapi yang lain termasuk bahan baku tempe yang selama ini bahan bakunya 70% masih impor.

“Kita bersama TNI AD agar menggenjot dan bisa menanam kedelai sendiri agar tidak impor,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dirut Bulog pun menegaskan bahwa fungsi Bulog ada tiga yakni bertanggung jawab terhadap ketersediaan pangan, bertanggung jawab ataa keterjangkauan pangan, dan stabllitas harga pangan.

Dijelaskan Dirut, selain ketersediaan pangan harus bisa memberikan layanan kepada aeluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Itulah yang namanya keterjangkauan pangan,” tandasnya.

Juga harga – harga pangan wajib harus stabil sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah, “Nah itu mas, Jadi yang namanya suasana pangan itu adalah suatu kedaulatan bangsa, Mas. Jadi kalau tidak swasembada pangan, negara itu tidak berdaulat,” terangnya.

Lanjut Prof. Dr. Ir. Nurheni Wijayanto, MS akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap tema yang dibuka Panen News, terkait tantangan yang dihadapi SDM petani bagaimana industri pangan Indonesia perlu pendampingan intensif bahkan Mahasiswa IPB diminta mendampingi para petani dengan ikhlas.

“Nanti akan mudah ilmu yang diberikan kepada mereka, akan mendorong peningkatan produksi. Kebetulan kami berlatar belakang agroforestry, jadi terkait dengan swasembada pangan itu sebenarnya kita kaya sekali Indonesia, sumber pangannya. Saat ini kan kita andalannya PAJALE yaitu padi, jagung, kedele,” terang Prof. Nurheni.

Padahal di Indonesia menurutnya kaya sekali ada gadung, ada hanjeli ada sorghum, dan ada porang, sebagai umat beragama harus meyakini setiap pangan yang diciptakan yang maha kuasa tidak sia sia.

“Saat ini masih ada anggapan kalau kita makan umbi seolah-olah orang miskin, golongan miskin, tapi sekarang sudah bergeser. Seperti ketela pohon tanaman yang ada di segala tempat. Kalau gandum kan tidak tapi kenapa ketela pohon tidak menjadi andalan,” jelasnya.

Namun ditegaskan Prof. Nurheni, saat ini ketela pohon bisa dibuat tepung Mocaf bahkan ada rumah Mocaf di Banjarnegara yang produk turunannya sudah 60 lebih.

“Jadi bagaimana kita memberdayakan para petani, meningkatkan harganya dan para milenial itu terjun langsung mendampingi mereka,” tambahnya.

Kemudian tanaman lain seperti kelor, punya gizi yang sangat tinggi, yang dulu mungkin dibohongi oleh penjajah bahwa kelor untuk mengusir setan tapi ternyata kelor punya gizi yang sangat bagus.

“Dan FAO sudah menyatakan bahwa itu tanaman yang sangat ajaib, kalau setiap rumah ada kelor, insya Allah stunting bisa hilang gitu ya,” pungkas Nurheni Wijayanto.

Sambung Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Fathurrahman Mahfudz, BiRK,.MM membantu pemberdayaan petani berbasis komunitas dapat meningkatkan produksi panen padi dari 4- 5 ton per hektar sekarang bisa mencapai 7 – 8 per hektar.

Sebelumnya dikatakan Direktur Operasional Panen News Ali Ma’arif, S.S, tiap event Panen Fest sekaligus ulang tahun Panen News selalu bersinergi dan bermitra dengan pelaku UMKM Agribisnis. Namun pada Anniversary 6th Panen News menghadirkan 55 tenant dan dihibur musisi Slank, parade pangan dan pengumuman lomba.

Lanjutnya, Talk Show sesi kedua dengan mengambil tema Oulook Pangan Indonesia 2026 dengan menghadirkan narasumber Hasudungan Sidabalok selaku Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Dr. Warid selaku Pakar Urban Farming Trilogi, dan Dr. Muhammad Agung Sunusi, S.P., M.Si selaku Direktur Sayuran dan Tanaman Obat pada Kementan RI.

Jurnalis: Dedy Mulyadi

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait