BONDOWOSO, beritalima.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM). Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM di sejumlah SPBU di wilayah Bondowoso.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, pemerintah memastikan stok dan distribusi BBM di Bondowoso saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemkab Bondowoso juga mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Pembelian secara berlebihan dinilai dapat mengganggu kelancaran distribusi dan berpotensi menyebabkan antrean panjang di SPBU.
Selain itu, pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan ketersediaan BBM dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Namun di lapangan, kondisi berbeda justru terlihat di sejumlah SPBU di Bondowoso. Meski pemerintah telah mengeluarkan pamflet imbauan agar masyarakat tidak melakukan panic buying, antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat masih terlihat memenuhi hampir seluruh SPBU di wilayah tersebut.
Dari pantauan di lapangan, antrean kendaraan didominasi sepeda motor. Bahkan masih terlihat para tengkulak BBM yang menggunakan sepeda motor jenis Thunder bolak-balik mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Kota Kulon.
Selain itu, antrean panjang juga dipicu oleh kekosongan pompa yang biasanya melayani pengisian BBM jenis Pertamax, sehingga banyak pengendara terpaksa beralih ke Pertalite.
Salah satu pengendara motor yang ikut mengantre, Nanang Ervandi, mengaku harus menunggu cukup lama untuk bisa mengisi bahan bakar kendaraannya.
“Saya sudah hampir setengah jam menunggu untuk mengisi BBM. Sebenarnya ini bukan panic buying, tapi karena banyak pom bensin yang kosong,” ungkapnya, Sabtu (07/03/2026).
Nanang menuturkan, biasanya ia menggunakan BBM jenis Pertamax. Namun karena stok Pertamax kosong, ia terpaksa ikut mengantre panjang untuk mengisi Pertalite.
“Biasanya saya pakai Pertamax, tapi sekarang kosong. Mau tidak mau harus antre panjang untuk isi Pertalite,” katanya.
Ia juga berharap pihak berwenang dapat turun langsung melakukan pengawasan di SPBU agar antrean panjang tidak terus terjadi dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Mohon kepada aparat untuk menindak tegas para tengkulak BBM yang bolak-balik mengisi Pertalite,” harapnya.
Meski harus mengantre di bawah terik matahari, Nanang mengaku tetap rela menunggu demi mendapatkan sekitar lima liter BBM, mengingat kendaraan tersebut setiap hari digunakan untuk bekerja.
“Biasanya saya isi bensin tiga hari sekali sesuai kebutuhan. Kami berharap kondisi ini tidak berlarut-larut, apalagi menjelang Lebaran,” pungkasnya. (*/Rois)








