Anwar Sadad Edukasi Milenial Jadi Pemimpin Masa Depan

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com-
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. H. Anwar Sadad, M.Ag
mengungkapkan bahwa pihaknya sangat antusias untuk melakukan hubungan yang harmonis dengan kalangan Milenial dan GenZi.

Menurut ketua DPD partai Gerindra Jatim ini, milenial dan GenZi merupakan bagian dari masa depan bangsa. Merekalah yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa.

Gus Sadad, panggilan akrab Anwar Sadad bahkan menegaskan bahwa kalangan Milenial dan GenZi ini harus memahami masalah politik, karena politik adalah bagian dalam memutuskan kebijakan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan bangsa Indonesia.

“Anak-anak muda kaum milenial ini sangat berpotensi, mereka cerdas, cekatan dan juga melek teknologi. Anak jaman sekarang sudah lihai menggunakan teknologi, untuk itu sangat penting bagi kita memberikan bekal pendidikan etika, pendidikan agama yang kuat, agar anak-anak bisa berkembang dengan baik ditengah gempuran teknologi,” terangnya.

Calon Anggota DPR RI terpilih ini
menyebutkan, sebagai seorang legislatif yang memiliki tanggung jawab moral, Gus Sadad memiliki banyak pengalaman yang sangat berguna untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama kalangan Milenial dan GenZi ini.

“Sudah menjadi kewajiban kita memang harus membersamai perjalanan mereka dalam menghadapi dinamika kehidupan. Tugas kita adalah mematangkan dirinya, dalam konteks menyiapkan generasi muda sebagai seorang pemimpin di masa depan. Mereka harus mengerti bahwa politik kekuasaan itu sesuatu yang sangat penting sebagai bagian dari alat perjuangan, dan juga bagaimana cara menyalurkan peminatan mereka kepada isu-isu publik dengan cara yang benar, tidak dengan menggunakan cara-cara kekerasan, tapi mereka tahu saluran yang harus digunakan ketika menyuarakan kepentingan masyarakat di hadapan pengambil keputusan,” tandasnya.

Untuk itu, Gus Sadad tidak menampik anggapan bahwa dirinya sangat fokus dalam melakukan pembinaan dan pembekalan kalangan Milenial dan GenZi untuk memahami dinamika politik, sekaligus bagaimana belajar menyalurkan potensi, bakat minat dan cita-cita mereka menjadikan Indonesia yang lebih baik.(Yul)

beritalima.com

Pos terkait