Armuji: Keberhasilan PSBB Jilid 3 Bergantung Sikap Warga

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com|
Penantian Kenormalan kembali Kota Surabaya atau new normal
akan makin panjang setelah PSBB jilid 3 resmi digulirkan. Hingga dua minggu atau sampai 8 Juni 2020 batasan sosial akan makin masif dijalankan di Surabaya Raya.

Anggota DPRD Jatim dari fraksi PDIP Armuji mengingatkan betapa pentingnya penegakan disiplin dalam penerapan PSBB jilid 3 ini. “Mari bersama-sama bekerja keras, pemkot bekerja dan diikuti sikap disiplin warga,” kata Cak Ji, mantan ketua DPRD Surabaya dua periode, Selasa (26/5/2020).

Pendekatan epidemologi dan angka penyebaran covid-19 akan menjadi kunci nyata keberhasilan PSBB. Jika penyeberan bisa ditekan dan kurva yang positif menurun tidak akan adalagi PSBB jilid 4 dan seterusnya.

Cak Ji yang kandidat calon wakil wali kota Surabaya dari PDIP ini berharap Pemkot Surabaya melakukan tugasnya dengan baik. Yakni melakukan edukasi kepada warga, memfasilitasi Rapid test dan swab untuk selanjutnya melacak warganya yang berhubungan dengan covid-19.

Pemkot juga harus memenuhi setiap hak warganya. Warga atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dicukupi kebutuhan pangannya. Sementara tugas dan kewajiban warga adalah mengikuti protokoler kesehatan.

“Jangan berharap suasana New normal bisa segera dirasakan jika kita semua tidak mau disiplin pakai masker, jaga jarak sosial, tidak berkerumun, dan rajin cuci tangan pakai sabun,” tandas Cak Ji.

www.beritalima.com

Politisi dari Dapil Jatim 1 ini mengakui bahwa dibutuhkan kerja keras semua pihak untuk mau menjalankan peradaban baru di tengah pandemi. Lebih baik disiplin hidup sehat dan jaga jarak daripada terpapar corona.

Setiap rumah sebaiknya menyediakan tempat cuci tangan. Cak Ji mencontohkan dirinya yang harus terus menjaga jarak dan membuat tempat cuci tangan dan sabun di depan rumah. Siapa pun bisa memanfaatkan fasilitas menyehatkan ini.

“Cara bergaul dan semua perilaku kita harus dibiasakan tetap sesuai protokoler kesehatan. Ojo mokong soal corona. Belum ada vaksin dan obatnya sehingga obatnya diri kita sendiri,” pungkas Cak Ji.(yul)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait