Bali Masih Menjadi Magnet Pariwisata Nasional dan Internasional

  • Whatsapp
Bali masih menjadi magnet pariwisata Nasional dan Internasional (foto: kemenpar)

Bali, beritalima.com|- Saat musim Libur Lebaran dan Hari Raya Nyepi, Bali ternyata masih menjadi magnet menarik bagi wisatawan dari dalam negeri dan internasional. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi seluruh pihak atas dedikasi dan upaya dalam memberikan layanan optimal kepada wisatawan, khususnya di Bali, sepanjang liburan tersebut.

Menpar berharap layanan terbaik dapat terus diberikan di sisa periode libur Lebaran atau arus mudik yang masih akan berlangsung hingga akhir pekan nanti. Termasuk di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu gerbang utama pariwisata nasional.

Dalam kunjungannya (26/3), Widiyanti meninjau Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai. Didampingi General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, Menpar kemudian mengunjungi booth information (counter CS) untuk memastikan para petugas memberikan pelayanan prima dan inklusif bagi wisatawan yang memerlukan bantuan informasi.

Kemudian alur pelayanan di area self check-in dan gerai check in Garuda Indonesia. Dari hasil pantauannya, Menpar mengapresiasi pihak pengelola atas upaya dalam mengurai kepadatan penumpang selama berlangsungnya periode arus balik.

Widiyanti juga berinteraksi langsung dan menyapa wisatawan yang sedang menunggu keberangkatan (domestik) untuk mendengar kesan dan pengalaman mereka selama berlibur di Bali, sekaligus memastikan kepuasan mereka terhadap fasilitas bandara.

Tak lupa Widiyanti mendatangi Sarinah, etalase yang menghadirkan sederet produk lokal terkurasi mulai dari wastra, kerajinan, hingga kuliner UMKM yang bisa menjadi buah tangan. Selain Sarinah, Menpar juga mengunjungi tenant lainnya seperti Bali Banana dan Falala Chocolate Bali.

“Kami mendapat laporan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Bali melalui pintu masuk udara pada periode libur Lebaran (H-8 hingga H+3) sebesar 807.360 orang, meningkat 3,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk kunjungan wisatawan nusantara, saya mendengar adanya peningkatan jumlah penumpang 13,4 persen pada periode yang sama, atau sebesar 358.356 orang,” ujar Widiyanti didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati menjelaskan, data InJourney Airports per 26 Maret 2026, terdapat peningkatan jumlah penerbangan periode Lebaran tahun ini disbanding tahun lalu. Terutama pada periode sama (H-8 hingga H+3 libur Lebaran), total penerbangan domestik meningkat 13,5 persen menjadi sekitar 2.417 penerbangan, dengan peningkatan jumlah penumpang mencapai 13,4 persen atau sebesar 358.356 penumpang.

Kemudian, jumlah penerbangan domestik terbanyak terjadi pada H-4 (17 Maret 2026) Lebaran sebanyak 205 penerbangan dengan jumlah penumpang 32.337 dan H-3 (18 Maret 2026) Lebaran sebanyak 205 penerbangan dengan jumlah penumpang 31.657.

Nugroho menambahkan arus mudik masih berlangsung hingga kini dan perhitungan periode Lebaran akan ditutup pada 30 Maret 2026. Untuk pascalebaran pada H+2 (24 Maret 2026), terjadi kenaikan penerbangan domestik 23,3 persen menjadi 212 penerbangan dengan total penumpang 33.782.

“Untuk periode Lebaran nanti akan ditutup tanggal 30. Jadi untuk sementara H+2 adalah hari puncak arus balik untuk pesawat maupun untuk penumpang,” ujar Nugroho.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait