Bantu Pemulihan Pemerintah Daerah, Kemendagri kirim 1.138 praja IPDN ke Sumatera

  • Whatsapp
Mendagri Tito Karnavian secara simbolik menyempatkan tanda kepada praja IPDN yang akan dikirim ke Sumatera (foto: Kemendagri)

Jakarta, beritalima.com| – Bantu percepatan pemulihan Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak bencana di Sumatera, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kirim 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), khususnya di Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang melepas keberangkatan ribuan praja dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten (3/1), mengatakan program ini untuk membantu pemulihan wilayah desa.

“Hari ini saya sengaja melepas mereka untuk memberikan motivasi kepada mereka dan juga nanti Insya Allah, saya akan ke sana menerima mereka dalam bentuk upacara bersama dengan pemerintah daerah,” kata Mendagri di Tangerang, Banten.

Pengiriman ke 1.138 praja IPDN secara bertahap, Gelombang pertama 413 personel menuju Medan (Sumut) dan selanjutnya 414 personel ke Aceh (gelombang kedua). Lalu gelobang ketiga 179 personel. “Dan yang sudah ada di lokasi namanya tim advance, sudah 132 personel jadi totalnya 1.138 personel,” ucap Mendagri.

Misi utama kehadiran ribuan personel IPDN untuk membantu purna bencana di daerah yang dinilai dampak kerusakannya paling berat, khususnya wilayah yang pemerintahan tidak bisa berfungsi. Dari catatan Kemendagri, terdapat 22 desa hilang akibat bencana, dengan rincian 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumut, dan satu desa di Sumbar. Serta sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut terdampak, sehingga pemerintahan desa tidak dapat berfungsi secara normal.

“Hampir seluruh daerah-daerah yang terdampak ada 52 daerah. Di kawasan dan kota di tiga provinsi di Aceh, 18 di Sumatera Utara, kemudian tiga di Sumatera Barat. Sumatera Barat paling cepat recover dan tinggal tiga daerah yang menjadi atensi utama yaitu Agam,” jelas Tito.

Provinsi Aceh yang mengalami kerusakan prah untuk kegiatan Pemda, yaitu 1.455 kantor desa terdampak, disusul Sumut 93 kantor desa an Sumbar 32 kantor desa. Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.

“Sebagian besar recover, tinggal ada lima yang perlu kita atensi yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga. Untuk Aceh memang paling berat terdampak dari 18 kabupaten, 11 sudah jauh membaik, yang tujuh lagi ini memerlukan atensi spesifik untuk dapat dipulihkan mulai dari Aceh-Tamiang, Aceh-Utara, Aceh-Timur, Aceh-Tengah kemudian Gayo Lues,” papar Tito.

Dikemukanan Tito, tugas para praja IPDN beserta pengasuhnya ada dua hal utama. Pertama, membantu kegiatan pembersihan pasca-bencana di wilayah terdampak. Kedua, mendukung pemulihan dan mengaktifkan kembali pemerintahan agar layanan dasar kepada masyarakat dapat kembali berjalan.

“Di sana yang belum berjalan dukcapil, layanan publik yang lain itu harus bisa dihidupkan, target waktu mereka sebulan, dan ini masuk kurikulum pendidikan. Kita anggap ini sebagai bagian kerja nyata kuliah,” ungkap Tito Karnavian.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait