TULUNGAGUNG, beritalima.com- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung, menggelar sosialisasi penyampaian SPPT dan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) – Perdesaan dan Perkotaan (P2) tahun 2026, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (6/2/2026).
Kepala Bapenda Tulungagung, Sukowinarno SH., S.Pd., M.Si, dalam sosialisasinya mengatakan, target PAD tahun 2026 ini sesuai RPJMD nantinya sekitar Rp. 820 milyar. Target PAD tahun 2026 ini masih dibawah capaian PAD pada tahun 2025 yang sebesar Rp. 902 milyar lebih.
“PAD tahun 2025 kemarin yang sudah dicapai Rp. 900 milyar lebih, dari yang ditargetkan Rp. 789 milyar atau di uangkan itu 113 milyar lebih atau prosentase sekitar 14 persen,” ujarnya.
Diterangkan, dibandingkan dengan PAD tahun 2024, tahun 2025 sudah ada kenaikan Rp. 93 milyar lebih atau 27,5 persen.
“Mengenai target PAD 2026 sekitar Rp. 810 milyar, nantinya pada proses PAK akan dilakukan evaluasi tentunya sambil menunggu perkembangan ekonomi,” tambahnya.
“Mengacu pada RPJMD, target kami kedepan pada proses PAK itu nanti harus dievaluasi lagi, karena yang tahun 2025 saja sudah bisa dicapai sekitar Rp. 902 milyar lebih, sehingga perlu kita evaluasi sambil bagaimana kita melihat perkembangan ekonomi,” terangnya.
Dijelaskannya, dari sektor Pajak tanah, PBB P2 telah menyumbang PAD sekitar 15 persen. Selain itu, penyumbang PAD ada dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), BPHTB dan lainnya.
“Sektor pajak tanah PBB P2, menyumbang PAD kurang lebih sekitar 15 persen. Untuk jumlah SPPT tahun 2026 ini telah dicetak dengan total sebanyak 600 ribu lembar lebih,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan mengapresiasi Bapenda terkait capaian PAD tahun 2025 yang sudah meningkat dengan signifikan.
“Saya mengapresiasi kinerja Bapenda Tulungagung dan pihak-pihak terkait. Dan saya juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk taat membayar pajak. Nantinya, dari pajak itu tentunya akan kembali ke masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya. (Dst/editor Dibyo).








