PAMEKASAN, Beritalima.com – Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan, PT Bawang Mas Group memberangkatkan tim khusus untuk menyalurkan donasi sebesar Rp1,1 miliar bagi warga terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatra.
Dana tersebut merupakan hasil penggalangan yang dikoordinir langsung oleh CEO PT Bawang Mas Group, H. Her, dalam konser Valen DA7 di Kabupaten Pamekasan pada 1 Januari 2026 lalu.
Salah satu fokus utama dari penyaluran bantuan ini adalah pembangunan kembali infrastruktur vital berupa jembatan yang menghubungkan Kecamatan Nurussalam dan Kecamatan Darul Aman di Aceh.
Koordinator relawan Bawang Mas Group, Azif Mawardi Zein, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut dimulai pada hari ke-10 misi kemanusiaan mereka di Aceh. Langkah ini diambil karena akses transportasi warga sempat terputus total akibat terjangan banjir
.
“Harapannya, akses yang kembali terhubung ini dapat melancarkan aktivitas pendidikan anak-anak serta memulihkan urat nadi perekonomian warga setempat,” ujar Azif, Rabu (28/1/2026).
Selain pembangunan fisik, bantuan juga disalurkan ke tiga provinsi sekaligus, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Donasi diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti bahan pangan (sembako), pakaian, ribuan mushaf Al-Qur’an, alat bangunan untuk hunian sementara, hingga santunan bagi anak yatim.
M. Khairul Umam, relawan lainnya yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), menuturkan bahwa distribusi bantuan di tiga provinsi tersebut memakan waktu 15 hari. Sementara itu, proses pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari.
Pria yang akrab disapa Irul ini menceritakan beratnya medan yang harus ditempuh tim di lapangan. Mereka harus melewati jalanan berlumpur, jalur terjal, hingga menyeberangi sungai yang arusnya deras dan berisiko tinggi.
“Menjadi relawan bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Kami harus melawan arus sungai yang ekstrem demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Dari perjalanan ini, kami berpesan pentingnya menjaga lingkungan, karena dampak kerusakannya sangat nyata seperti yang kita lihat di Aceh dan Sumatra saat ini,” pungkas Irul. (AN)








