Belum Ada IPAL Yang Memadai, Ketua Paguyuban Akui Buang Limbah Ke Aliran Sungai

  • Whatsapp

Jombang | beritalima.com – Industri pabrik tahu di bilangan kecamatan Jogoroto, tepatnya di Desa Ngumpul, Mayangan dan Sumbermulyo. Sedikitnya ada 77 pabrik tahu. Sementara Ketua Paguyuban Pabrik Tahu diketuai Imam Subki yang berdomisili di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto.

Pabrik tahu yang berdiri di tiga dusun dari tiga desa tersebut berdiri sejak lama hingga generasi kedua sekarang ini. Sebagian besar berada di Dusun Bapang.

Dari keterangan Ketua Paguyuban Pengusaha Tahu selama ini limbahnya langsung dibuang di aliran sungai meskipun diberikan IPAL dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang tapi tidak memadai belum lagi mesinnya mati sehingga tidak berjalan optimal.

Sementara dari keterangan Imam Subki yang juga selaku Polo Murong Santren, menginginkan paguyuban tersebut memiliki legalitas formal melainkan sekarang ini hanya sebatas paguyuban biasa. Begitu juga harapan Ketua Paguyuban Produsen Tahu itu agar anggotanya rutin memberikan iuran tiap bulan sehingga bisa dibagi 30% untuk kas dan 70% untuk kegiatan eksternal.

Ia pun mengakui bahwa selama ini telah melanggar membuang limbah tahu ke aliran sungai hingga berdampak ke wilayah lain seperti ke kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum dan ke Dusun Budug dan Nglajur, di Desa Tugu Sumberejo, Kecamatan Peterongan.

Pembuangan limbah tahu pun tidak saja bagi pengusaha tahu yang ada di Dusun Bapang tetapi berdasarkan informasi yang diterima dari luar Dusun Bapang pun bisa membuang tanpa merasa ada yang menghalangi.

“Memang saya akui melanggar membuang limbah ke aliran sungai tapi kalau dilarang mau buang dimana. Sekarang belum ada IPAL yang memungkinkan. Begitu juga kalau seandainya pabrik tahu ditutup siapa yang akan bertanggung jawab bila banyak yang menganggur,” ujar Ketua Paguyuban Pabrik Tahu, Rabu lalu (15/9/2021).

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Jombang dari Fraksi Demokrat merespon hal tersebut bahwa limbah pabrik tahu yang terbuang di aliran sungai menurutnya agar segera diatasi oleh pemerintah.

“Saran saya untuk limbah memang harus segera tertangani dan ada solusi juga. Semoga ada solusi bantuan dari pemerintah untuk penanganan limbah yang lebih efektif lagi,” ujarnya melakui pesan Whatsapp, Minggu (19/9/2021).

Reporter : Dedy Mulyadi

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait